IHSG Melemah Tipis 0,2 Persen, Sektor Energi Paling Terpukul
Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta (Emitennews/Aji).
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 22 Januari 2026, ditutup di zona merah. Indeks terkoreksi 18,14 poin atau 0,20 persen ke level 8.992,18.
Tekanan terhadap IHSG datang dari enam indeks sektoral yang ditutup melemah. Sektor energi mencatat koreksi terdalam setelah turun 1,86 persen. Disusul sektor teknologi yang terkoreksi 1,70 persen dan sektor perindustrian yang melemah 0,97 persen.
Di sisi lain, lima sektor masih mampu bertahan di zona hijau, meski belum cukup kuat untuk menahan laju koreksi indeks. Sektor barang konsumen siklikal memimpin penguatan dengan kenaikan 1,47 persen, diikuti sektor infrastruktur yang naik 1,38 persen, serta sektor properti yang menguat tipis 0,09 persen.
Aktivitas transaksi tetap ramai. Total volume perdagangan mencapai 71,74 miliar saham dengan nilai transaksi Rp37,49 triliun. Secara keseluruhan, 345 saham menguat, 331 saham melemah, dan 128 saham bergerak stagnan.
Tekanan jual masih membayangi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Pelemahan IHSG turut dipengaruhi aksi jual di sejumlah saham berkapitalisasi besar, khususnya dari sektor energi dan teknologi.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang teraktif diperdagangkan dengan frekuensi 343.691 kali dan nilai transaksi mencapai Rp4,12 triliun. Selanjutnya PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan 117.344 kali transaksi senilai Rp663 miliar, disusul PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebanyak 100.286 kali dengan nilai Rp905 miliar.
Sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan harga. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melonjak Rp3.250 ke level Rp108.300 per saham. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) naik Rp2.275 menjadi Rp13.725 per saham, sementara PT Pakuan Tbk (UANG) menguat Rp1.250 ke Rp7.075 per saham.
Sebaliknya, tekanan jual menekan sejumlah saham lainnya. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) terkoreksi Rp4.725 ke posisi Rp215.275 per saham. PT Petrosea Tbk (PTRO) turun Rp1.600 menjadi Rp10.775 per saham, sedangkan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) melemah Rp650 ke level Rp6.150 per saham.
Related News
Sejak Jadi APERD, KISI Transformasi Layanan One-Stop Investment
Dongkrak Layanan, Manulife Indonesia Buka Kantor Pemasaran di Jakssel
Geber Replanting, Mentan Siapkan Kebangkitan Komoditas Kelapa
ZBRA, BIPI, SOCI, dan MDIA Masuk Pemantauan Khusus, Ini Penyebabnya
BI Siapkan Implementasi QRIS di China dan Korsel Pada Triwulan I 2026
Wall Street Perkasa, IHSG Cenderung Melemah





