IHSG Menghijau, Kenaikan Didorong Oleh Tujuh Sektor
:
0
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (1/12/2025) di zona hijau, menguat 40,08 poin atau 0,47% ke level 8.548,78. Pasar bergerak variatif dengan 317 saham naik, 380 turun, dan 113 stagnan.
Kenaikan IHSG didorong oleh tujuh sektor, dipimpin barang konsumen siklikal yang melesat 2,89%, disusul energi naik 1,36%, dan teknologi menguat 1,08%. Sementara itu, empat sektor lainnya melemah, dengan tekanan terbesar datang dari properti yang turun 2,02%, diikuti perindustrian minus 0,44% dan barang konsumen nonsiklikal minus 0,22%.
Aktivitas perdagangan berlangsung ramai, mencatat 44,69 miliar saham yang ditransaksikan dengan nilai Rp21,04 triliun.
Investor asing menambah sentimen positif dengan membukukan net buy Rp153,30 miliar. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memimpin daftar top foreign buy, diikuti ENRG, FILM, PNLF, dan BBKP.
Sebaliknya, penjualan asing terbesar tercatat pada saham BUMI, disusul BKSL, BBRI, MINA, dan INET.
Adapun, 4 saham mewarnai top buyer dan top loser pada penutupan perdagangan Senin (1/12).
Top Gainer diisi oleh emiten Black Diamond Resources atau COAL (34,94%), Optima Prima Metal Sinergi atau OPMS (34,45%), Minna Padi Investama atau PADI (34,43%), dan Buana Artha Anugerah atau STAR (34,41%).
Sementara, Top Loser diisi oleh peringkat pertama yakni, Duta Intidaya atau DAYA (14,97%), Jaya Sukses Makmur Sentosa atau RISE (14,95%), Ever Shine Tex atau ESTI (14,81%), dan Sinergi Inti Plasindo atau ESIP (14,16%). ***
Related News
IHSG Diprediksi Sideways, Samuel Sekuritas Pangkas Target ke 7.500
IHSG Ambles 2,8 Persen ke 6.969 di Akhir Pekan, 575 Saham Rontok
Breaking: IHSG Tetiba Ambruk 2 Persen, Bos Bursa Ungkap Sesuatu
Sideways, IHSG Sesi I Jumat (8/5) Drop Tipis 0,08 Persen di 7.168
Kuasai 73 Persen Produksi Nikel Dunia, RI - Filipina Buka Kolaborasi
Tekan Impor, Beka Wire Rogoh Rp300M Untuk Produksi Kawat





