EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada sesi I perdagangan Selasa (26/5/2026). Pukul 09.05 WIB, IHSG naik 16,778 poin atau 0,27% ke level 6.223,127. Kurun 17 menit berjalan, IHSG makin memuncak di 1,22 persen di 6.282,36.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Brigita Kinari sebelumnya menyebut IHSG pekan ini berpeluang technical rebound terbatas.

“Penguatan yang terjadi sejauh ini masih dinilai sebagai rebound teknikal dan belum mengonfirmasi perubahan tren utama,” kata Brigita Kinari, dikutip Selasa (26/5/2026).

Penguatan pagi ini terjadi di tengah tekanan eksternal. Mirae Asset Sekuritas mencatat IHSG Senin (25/5) ditutup naik 0,72% ke 6.206, namun dibayangi net foreign outflow Rp2,1 triliun menjelang rebalancing MSCI 1 Juni.

“Kurva imbal hasil yang mendatar mencerminkan kekhawatiran pertumbuhan,” tulis Rully Arya Wisnubroto, Head of Research Mirae Asset, Selasa, 26 Mei 2026.

Rupiah masih tertekan di 17.744 per USD. Mirae menilai pendataran kurva juga mencerminkan pengetatan moneter front-loaded BI pasca kenaikan BI Rate 50 bps ke 5,25%. Imbal hasil SBN 10Y turun ke 6,68%.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka di 6.201,804 dan sempat sentuh level terendah 6.185,040 sebelum berbalik ke tertinggi 6.225,750. Volume 1,958 miliar saham, turnover Rp979,855 miliar. Saham naik 343, turun 154.

Brigita memproyeksikan IHSG pekan ini sideways volatil di support 5.996–5.899 dan resistance 6.318–6.459.

“Area 5.899 menjadi level penting untuk menjaga peluang rebound jangka pendek,” ujarnya.

Top foreign buy Senin menurut Mirae: BBRI, MDKA, BBCA, UNTR, DMAS. Top sell: AMMN, BMRI, BUMI, AMRT, ANTM.