EmitenNews.com -  IHSG (31/3) ditutup menguat 0,3% ke level 7071 dengan nilai transaksi di pasar reguler sebesar Rp11,3 triliun terdorong sektor energi, teknologi, dan transportasi. Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp1,1 triliun dengan saham-saham yang banyak dibeli asing adalah BBCA, TLKM, ADMR, BMRI dan BBRI.


Secara teknikal, IHSG berpeluang melakukan koreksi teknikal untuk test support MA5 sebelum kembali rebound untuk kembali membuat higher high level.


“Hari ini (1/4) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung melemah dikisaran 7025-7100 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan seperti Bank BRI (BBRI), Adaro Minerals (ADMR) dan Bank BCA (BBCA).


BBRI buy on weakness di 4640; target 4670-4690; stoploss 4620

ADMR buy; target 2310-2330; stoploss di 2270

BBCA buy; target 1190-1210; stoploss di 1160

 

Bursa kawasan Asia pada pagi hari ini sudah diperdagangkan di zona merah, saat laporan ini ditulis indeks Nikkei 225 melemah 1.25%, indeks Kospi melemah 0.84%. Pelemahan dua index Asia pada pagi ini di dorong oleh rilisnya data ekonomi dari Japan Business Confidence Index yang mengalami penurunan sementara dari Korea Selatan yang rilis neraca dagangnya menjadi deficit pada bulan maret.

 

Para investor masih menunggu data inflasi di bulan Maret yang akan di rilis jumat ini dengan consensus pasar 2.56% yang juga berpotensi membuat IHSG di tertekan.

 

Dari eksternal, dampak perang Rusia-Ukraina dan kenaikan kasus COVID-19 mulai terlihat pada penurunan indeks manufaktur Tiongkok ke 49.5 di Maret 2022, dari 50.2 di Februari 2022. Sektor Industry menjadi salah satu sektor yang melemah paling dalam di BEI pada Kamis (31/3).