IHSG Sesi I (27/1) Tergelincir ke Level 8.921, Saham Konglo Berguguran
:
0
Potret tampak depan gedung Main Hall Bursa Efek Indonesia menyambut suasana Imlek. Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sejak awal perdagangan dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi I, Selasa siang (27/1/2026).
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami koreksi 0,60 persen atau 53 basis poin ke level 8.921,66. Nilai transaksi tercatat terakumulasi sebesar Rp15,11 triliun dengan volume perdagangan mencapai 33,23 miliar saham. Diwarnai sebanyak 232 saham menghijau, 441 saham di zona merah, dan 130 saham masih abu-abu alias stagnan.
Tekanan utama datang dari mayoritas indeks sektoral. Dari kesebelasan indeks sektoral, 8 sektor ditutup drop, koreksi terbesar dialami oleh IDXINDUSTRY turun 3,45 persen dan IDXBASIC terkoreksi 2,10 persen.
Pelemahan juga terjadi pada IDXFINANCE minus 1,02 persen, IDXPROPERTY turun 1,26 persen, serta IDXHEALTH melemah 0,85 persen.
Sementara itu, sektor yang masih mampu bertahan di zona hijau antara lain IDXCYCLICAL naik 0,81 persen, IDXINFRA menguat 0,76 persen, dan IDXTECHNO naik 0,97 persen.
Menengok sisi saham pemberat laju indeks, tekanan kuat datang dari saham-saham konglomerasi besar. Seperti grup Astra, ASII yang anjlok 6,90 persen, berikut pula UNTR melemah 6,60 persen, ADRO turun 6,30 persen, serta AMMN terkoreksi 2,50 persen, yang secara signifikan menekan pergerakan IHSG.
Adapun, saham-saham yang menjadi index mover positif di antaranya DSSA naik 4,49 persen, BREN menguat 1,60 persen, dan BRPT naik 1,55 persen, meski belum cukup kuat untuk menahan pelemahan indeks secara keseluruhan.
Related News
Kebutuhan Terus Berkembang! Broker ini Upgrade Platform Trading
Ajaib Catat Lonjakan Pengguna Saham AS Hingga 2,5 Kali Lipat
IHSG Tempel Level 6.200, BBCA Ditekan Aksi Jual, GOTO Bersinar
Seluruh Sektor Bersemi, IHSG Sesi I (6/10) Sempat Tembus Level 6.200
Bursa Pagi Menguat, IHSG Susuri Level Up 6.100
Laba Naik 253 Persen, Pupuk Indonesia Kantongi Rp8,51 Triliun





