IHSG Tertekan, Akrobat Rupiah Bikin Investor Waswas
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup susut 1,85 persen menjadi 6.599. Koreksi mayoritas indeks bursa global, dan depresiasi Rupiah menjadi faktor negatif bagi pergerakan IHSG, di tengah sentimen positif amat minim.
Kekhawatiran peningkatan kembali ketegangan Amerika Serikat (AS) vs Iran, dan kenaikan harga minyak mentah, memicu kecemasan lompatan inflasi. Sementara itu, secara teknikal IHSG membentuk gap level 6.705, dan ditutup di bawah level 6.600, setelah sempat menyentuh level terendah intraday 6.398.
Pelebaran histogram negatif MACD masih berlanjut, sedang stochastic RSI mendekati oversold namun belum ada indikasi reversal. Sehingga diperkirakan IHSG sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 19 Mei 2026 bergerak pada kisaran 6.400-6.700.
Rupiah ditutup melemah 0,4 persen menjadi Rp17.668per dolar Amerika Serikat (USD), merupakan rekor penutupan paling rendah sepanjang sejarah. Tekanan terhadap Rupiah mendorong muncul perkiraan Bank Indonesia (BI) berpeluang menaikkan BI Rate pada pertemuan Selasa-Rabu pekan ini.
Namun, Gubernur BI Perry Parjiyo memprediksi nilai tukar Rupiah terhadap USD akan menguat mulai Juli 2026. Itu karena berdasarkan historis Rupiah cenderung melemah edisi April hingga Juni 2026 karena adanya kenaikan permintaan USD pada periode tersebut.
Kalau BI Rate dinaikkan untuk meredam depresiasi Rupiah lebih lanjut, dimaksudkan untuk meningkatkan daya tarik investasi domestik bagi investor asing. Diharapkan yield instrumen investasi domestik menjadi lebih menarik. Kenaikan suku bunga dapat berdampak pada kenaikan biaya pinjaman.
Kondisi itu, dapat mendorong peningkatan beban bunga perusahaan, dan mengurangi daya beli masyarakat. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar mengoleksi saham Medco (MEDC), Elnusa (ELSA), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Telkom (TLKM), dan Bank BCA (BBCA). (*)
Related News
Rupiah Sudutkan IHSG, Gulung Saham TLKM, ASII hingga MEDC
IHSG Ambruk ke 6.599, Analis Prediksi Masih Berpotensi Koreksi
SpaceX Siap Melantai di Nasdaq, Berpotensi Jadi IPO Terbesar
IHSG ke 6.599 Bukan Sekadar Koreksi Biasa, Tapi Memasuki Fase Krisis
Tokenisasi Aset Global Meledak, PINTU Perkuat Ekosistem 48 Opsi Aset
5 Saham Paling Boncos dan Tahan Gempuran di Sesi I IHSG (18/5)





