IHSG Tertekan, Bungkus Saham ERAA, PGEO, dan INDY
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gbaungan (IHSG) akhir pekan lalu terkoreksi 0,09 persen menjadi 8.632. Transaksi perdagangan masih didominasi tekanan jual, meski volume cenderung turun. So, indeks masih belum bisa kuluar tekanan.
Oleh karena itu, sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 8 Desember 2025, indeks akan mencoba menjelajahi area support 8.592-8.553, dan posisi resistance 8.709-8.769. Berdasar data dan fakta tersebut, MNC Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham berikut.
Yaitu, Erajaya Swasembada (ERAA) buy on weakness Rp416-428 per helai dengan proyeksi Rp438-448 per saham, dan stop loss Rp406. Indika Energy (INDY) speculative buy Rp1.885-1.905 per saham dengan target Rp1.970-1.995 per helai, dan stop loss Rp1.870 per eksemplar.
Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) buy on weakness Rp6.600-6.825 per helai dengan proyeksi Rp7.050-7.325 per saham, dan stop loss Rp6.550. Pertamina Geothermal (PGEO) buy on weakness Rp1.190-1.210 per helai dengan target Rp1.310-1.415 per lembar, dan stop loss Rp1.155 per eksemplar. (*)
Related News
IHSG Bangkit dari Tekanan, Tapi Masih Merah di Akhir Perdagangan
Efek MSCI Nyata Hanya Bagi Saham RI, Performa IHSG Terburuk Sedunia
Gagal Rebound, IHSG Sesi I Masih Koreksi 5,91 Persen ke 7.828
Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi 2.000 Bph Dari Dua Sumur HPPO
Program Magang Lanjut Di 2026, 100 Ribu Kuota Disiapkan
Rotasi 22 Pejabat DJBC, Purbaya Tak Segan Rombak Ulang





