Ikuti Wall Street, IHSG Berkubang Zona Merah
:
0
Petugas kebersihan tampak menyisir teras bursa efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi mayoritas melemah. Itu seiring sikap hati-hati investor mencermati perkembangan konflik militer Amerika-Israel vs Iran, dan pergerakan harga minyak mentah jenis WTI melejit lebih dari 4 persen di level USD87,25 per barel, dan jenis Brent naik 4,8 persen menjadi USD91,98 per barel.
Lonjakan harga minyak mentah tetap terjadi meski International Energy Agency (IEA) mengumumkan akan melepas cadangan minyak mentah 400 juta barel-pelepasan cadangan terbesar sepanjang sejarah. Investor menilai pelepasan cadangan minyak itu, belum sepenuhnya menyelesaikan masalah atas penutupan jalur perdagangan minyak dunia, Selat Hormuz.
Koreksi mayoritas indeks bursa Wall Street, aksi jual investor asing berlanjut, dan lonjakan harga komoditas energi dikhawatirkan mendorong kenaikan inflasi diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Oleh karena itu, indeks diprediksi melanjutkan pelemahan dengan kisaran support 7.300-7.210, dan resistance 7.480-7.570.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan sejumlah saham unggulan berikut sebagai jujukan investasi. Yaitu, Vale Indonesia (INCO), Surya Citra Media (SCMA), Unilever (UNVR), Telkom (TLKM), Goto Group (GOTO), dan Bluebird (BIRD). (*)
Related News
Minyak Drop, IHSG Siap Rebound
IHSG Hari Ini Potensi Balik Menguat?
Tunggu Bos Baru BI, IHSG Konsolidatif
Siap Gelar Fit and Proper Test, DPR Minta BI Tetap Independen
Genjot Sektor Riil, Pemerintah Bebaskan Bea Masuk MRO dan LPG
KISI Cetak Rekor Investor Baru di Q2-2026, Kini Adakan KISI-KISI Skor





