Ikuti Wall Street, IHSG Kembali Melejit
:
0
Suasana di plataran Banten Wulung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin berhasil ditutup menguat. Itu setelah hampir sepanjang sesi mengalami tekanan jual akibat pemblokadean terhadap selat Hormuz oleh militer Amerika Serikat (AS). Lonjakan saham teknologi pembuat piranti lunak seperti Oracle melejit 12,69 persen, dan Palantir Technologies menanjak 3,37 persen menjadi kontributor utama.
Sementara itu, tambahan sentimen positif juga datang dari pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump. Trump menyatakan telah dihubungi pihak lain yang sangat ingin mencapai kesepakatan. Ya, perundingan awal AS dan Iran melalui Pakistan pada akhir pekan lalu masih mengalami kebuntuan.
Terbaru, berdasarkan laporan Axios tiga mediator yaitu Pakistan, Mesir, dan Turki akan melanjutkan pembicaraan dengan kedua negara (AS dan Iran) dalam beberapa hari ke depan. Penguatan indeks bursa Wall Street seiring asa tercapai kesepakatan antara AS dan Iran usai pertemuan Pakistan gagal diprediksi menjadi sentimen positif pasar.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 14 April 2026, indeks akan menyusuri kisaran support 7.410-7.320, dan resistance 7.590-7.680.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Medco Energi (MEDC), Energi Mega Persada (ENRG), AKR Corporindo (AKRA), Elang Mahkota (EMTK), Adaro Andalan (AADI), dan Dharma Satya Nusantara (DSNG). (*)
Related News
Lanjut Menguat, IHSG Uji Level 7.856
IHSG Kian Berkilau, Borong Saham ARCI, DSNG, INET, dan JPFA
Transaksi Naik 461,6 Persen Capai Rp1.382T, BEI Gelar SPPA Award 2025
Menavigasi Pasar! Sucor Sekuritas Hadirkan Stock Idea Festival 2026
Awal Pekan Positif, IHSG Naik 0,56 Persen Ditopang Saham Energi
Perkuat Proses Kredit Nasional, BTN Resmikan Loan Factory





