EmitenNews.com - Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto terdaftar resmi di Indonesia, terus mendorong kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman siber, khususnya risiko mengunduh, dan install file Android Package Kit (APK) di luar penyedia resmi Google Play.

“Bagi pengguna Android yang ingin berinvestasi dan trading aset crypto, pastikan mengunduh aplikasi resmi PINTU hanya di Google Play. Keamanan akun dan aset pengguna PINTU menjadi prioritas utama kami. Maka dari itu, penting bagi kami untuk mengingatkan bahaya yang mengintai dari pemasangan aplikasi Android (APK) tidak resmi yang banyak beredar di internet,” ingat Iskandar Mohammad, Head of Product Marketing PINTU. 

Modus penipuan siber terus berkembang. Data Kaspersky tahun 2025 menunjukkan ancaman pada pengguna Android pada kuartal III-2025 meningkat 38 persen dibanding kuartal sebelumnya. Peningkatan ancaman itu, salah satunya tersebab praktik pemasangan file APK menggunakan sideloading atau aplikasi pihak ketiga, dan tidak mengunduh di platform resmi Google Play.

“Modus kejahatan siber berbasis file APK punya dampak negatif serius seperti, akses ilegal kepada data pribadi karena dalam APK ini disematkan malware yang telah dirancang beroperasi secara tidak sah untuk mencuri data-data penting pengguna hingga aset dalam aplikasi layanan keuangan. Untuk itu, guna meminimalisir dan menghindari kejahatan siber, masyarakat bisa mengunduh aplikasi PINTU di Google Play,” ujar Iskandar.

Pengguna Android dapat langsung menggunakan aplikasi PINTU tersedia di Google Play. Setelah aplikasi terpasang, pengguna dapat memulai investasi dengan menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC) sesuai ketentuan berlaku. “Langkah pencegahan lainnya bisa dilakukan, pengguna Android dapat mengaktifkan fitur bawaan Play Protect untuk memindai, dan mendeteksi aplikasi berbahaya. Selain itu, selalu perbarui aplikasi PINTU ke versi terbaru untuk meningkatkan perlindungan, dan pastikan mengubah password secara berkala serta mengaktifkan two-factor authentication (2FA) untuk meningkatkan keamanan berlapis,” tutup Iskandar. (*)