EmitenNews.com - PT Dwi Shri Farmindo Tbk akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), dengan melepas 700 juta saham baru bernominal Rp50 per lembar.

 

Mengutip prospektus calon emiten ternak ayam itu pada laman e-IPO, Senin(27/6/2022) jumlah saham baru itu setara dengan 35 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

 

Sebagai langkah awal, perseroan melakukan penawaran awal dengan kisaran harga Rp100 hingga Rp110 per saham mulai tanggal 27-29 Juni 2022. Sehingga perseroan akan meraup dana sebesar Rp70 hingga Rp77 miliar.

 

Diharapkan OJK menerbitkan pernyataan efektif IPO pada tanggal 8 Juni 2022. Jika demikian, bersama penjamin pelaksana emisi efek, KGI Sekuritas Indonesia dan Binaartha Sekuritas melakukan penawaran umum pada tanggal 11 hingga 13 Juli 2022.

 

Rencananya, dana hasil IPO sebesar  Rp 7, 485 Miliar atau sekitar 11,88 persen  digunakan  untuk pembelian tanah afiliasi.

 

Kemudian, Rp 3,672 miliar atau sekitar 5,83 persen digunakan Perseroan untuk pembelian tanah non-Afiliasi seluas 10.773 meter persegi.

 

Lalu,  Rp 6,5 miliar atau 10,32 persen untuk pembangunan fasilitas RPA (rumah potong ayam)  di atas tanah afiliasi ;

 

Berikutnya,  Rp 9,987 miliar  atau 15,85 persen  untuk pembangunan fasilitas Broiler Commercial Farm di atas Tanah non afiliasi.

 

Sisanya akan digunakan untuk Modal Kerja Perseroan yang akan digunakan untuk pembelian ayam DOC (Day Old Chick) atau ayam umur sehari dan pembelian ayam karkas.