EmitenNews.com - Indeks S&P 500 mencatatkan kinerja mingguan terbaik sejak bulan Juli karea investor menyambut baik rilis laporan keuangan dari beberapa emiten. Hanya satu dari 19 perusahaan dalam indeks S&P 500 yang merilis laporan keuangan mingggu lalu gagal mengalahkan proyeksi laba para analis.


Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Notes) bertenor 10 tahun naik 5.3 bps menjadi 1.57% setelah data memperlihatkan Penjualan Ritel di AS secara tak terduga tumbuh 0.7% M/M (+13.9% Y/Y) di bulan September.


"Ini adalah sebuah indikasi bahwa belanja konsumen ternyata jauh lebih kuat dari yang diperkirakan meskipun di tengah tingkat inflasi yang tinggi dan berbagai dampak dari penularan virus Covid-19," akta analis Phillip Sekuritas, Dustin Dana Pramitha.


Namun menurutnya masih ada kekhawatiran mengenai tingkat ketahanan belanja konsumen jika harga-harga terus merangkak naik. Ditambah adanya kelangkaan barang bahan baku dan tenaga kerja yang menciptakan rasa frustasi menjelang tibanya musim liburan akhir tahun ini.


Hal ini terlihat dari rilis perhitungan awal (preliminary) data Consumer Sentiment Index oleh University of Michigan yang turun ke level 71.4 di bulan Oktober dari perhitungan akhir (final) 72.8 untuk bulan September dan lebih rendah dari eskpektasi pasar, 73.1.


Indeks yang mengukur kondisi saat ini (Current Condition Index) turun ke level 77.9 dari level 80.1, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (Consumer Expectation Index) turun ke level 67.2 dari 68.1.


Di pasar komoditas, harga minyak mentah melanjutkan pergerakn naiknya. Minyak mentah jenis Brent menembus USD85 per barel untuk pertama kali sejak 2018, namun gagal bertahan di atas level itu pada saat penutupan perdagangan pada hari Jumat. Harga kontrak berjangka (futrures) minyak mentah jenis WTI memperpanjang trend kenaikan menjadi 8 minggu beruntun, terpanjang sejak tahun 2015.


Kelangkaan gas alam dan batubara telah memicu permintaan tambahan bagi produk minyak dari sektor kelistrikan. Selain itu data memperlihatkan bahwa pusat penyimpanan (storage hub) minyak terbesar di AS yang terletak di Cushing, Oklahoma minggu lalu mencatatkaan penurunan pasokan minyak yang tajam di banding periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.


Untuk hari ini menurut Dustin fokus perhatian investor akan tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi Tongkok yang meliputi PDB 3Q21, Industrial Production (September), Penjualan Ritel (September), Tingkat Pengangguran (September) dan Fixed Asset Investment (Jan – Sep).


Phillip Sekuritas memprediksi IHSG hari ini cenderung bergerak bullish dengan support-resistance di rentang 6.577-6.685. Berikut data teknikal saham yang direkomendasikan.


BRIS
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Sideways
Trade Buy : 2,130
Target Price 1 : 2,210
Target Price 2 : 2,270
Stop Loss : 2,060


AGRO
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trade Buy : 2,010
Target Price 1 : 2,130
Target Price 2 : 2,230
Stop Loss : 1,930


UNVR
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bearish
Trade Buy : 4,980
Target Price 1 : 5,400
Target Price 2 : 5,660
Stop Loss : 4,710


DSNG
Short Term Trend : Sideways
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 595
Target Price 1 : 640
Target Price 2 : 675
Stop Loss : 575.(fj)