EmitenNews.com - Indonesia mengirim 1.000 calon pekerja migran ke Bulgaria. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melepas keberangkatan mereka, di Hotel Prama Sanur Beach, Bali, Kamis (2/4/2026). Para pekerja terdidik itu akan ditempatkan di sektor hospitality. 

Menteri Mukhtarudin mengatakan, penempatan tenaga kerja kini diarahkan pada peningkatan kualitas dan keterampilan. Ia merujuk pada pembentukan Kementerian P2MI melalui Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024 yang memberi kewenangan lebih luas dalam pengelolaan penempatan dan pelindungan pekerja migran. 

"Arahan Bapak Presiden sangat jelas: tingkatkan kualitas pelindungan dan optimalkan penempatan tenaga kerja medium-high skill. Kami tidak lagi hanya fokus pada jumlah, tapi pada kompetensi dan nilai tambah tinggi," ujar Mukhtarudin dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Jumat (3/4/2026). 

Bulgaria menjadi salah satu tujuan utama penempatan pekerja migran Indonesia di Eropa, terutama untuk sektor hospitality. Total penempatan di sektor ini mencapai 1.377 orang. Sepanjang kuartal I-2026, sebanyak 360 pekerja telah diberangkatkan. 

"Lonjakan signifikan pada tahun 2025 dan awal 2026 membuktikan bahwa kualitas pelayanan dan etos kerja tenaga kerja Indonesia sangat diakui di Bulgaria. Ini adalah pintu gerbang penting di Eropa," kata politikus Partai Golkar itu.

Pemerintah menargetkan penempatan 2.300 pekerja ke Bulgaria secara bertahap, terutama di sektor hospitality dan properti. Hingga saat ini, sebanyak 1.900 izin kerja telah terbit. Sebanyak 1.239 kandidat sudah mengantongi visa kerja, sedangkan 570 lainnya masih menunggu proses dari Kedutaan Besar Bulgaria di Jakarta. 

Dari sisi persiapan, 478 pekerja telah menyelesaikan orientasi pra-pemberangkatan. Sebanyak 261 lainnya masih dalam tahap penjadwalan. 

Kepada para pekerja, Menteri Mukhtarudin mengingatkan agar menjaga disiplin dan mematuhi aturan di negara tujuan. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan selama bekerja di luar negeri. "Bekerjalah dengan profesional, patuhi hukum negara setempat, dan kelola uang dengan bijak. Paling penting, jauhi judi online serta berhati-hati terhadap online phising dan scam yang marak terjadi."

Kelak, para pekerja diharapkan dapat membawa pulang pengalaman dan keterampilan setelah masa kerja berakhir. 

Sementara itu, panitia menyampaikan pesan dari Duta Besar Bulgaria yang tidak bisa hadir dalam acara pelepasan itu. Para pekerja diminta menjaga profesionalisme selama bekerja. "Jadikan kesempatan ini sebagai langkah untuk berkembang, menambah pengalaman global, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan tetap menjaga nama baik Indonesia di kancah internasional."

Panitia mencatat sejumlah pejabat hadir dalam acara tersebut. Antara lain anggota Komisi VI DPR Gede Sumarjaya Linggih, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa. Lainnya, pejabat dari Kementerian P2MI, BPJS Ketenagakerjaan, Imigrasi, dan Pemerintah Provinsi Bali. ***