EmitenNews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memimpin delegasi Indonesia untuk melakukan kunjungan kerja ke Jepang dalam rangka menghadiri rangkaian acara Asia Zero Emission Community (AZEC) Ministrial Meeting pada tanggal 3-4 Maret 2023 lalu. Lawatan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong percepatan upaya dekarbonisasi dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.


Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, mengatakan bahwa pertemuan AZEC Ministrial Meeting tersebut pertama kali dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2023 dan dihadiri oleh beberapa Menteri dari negara ASEAN lainnya.


Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Kementerian Pertambangan dan Energi Kamboja, Menteri Ekonomi Malaysia, Sekretaris Departemen Energi Filipina, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Energi Thailand, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Asisten Menteri Perubahan Iklim dan Energi Australia, perwakilan dari Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan International Energy Agency (IEA).


"Pertemuan tersebut menghasilkan joint statement sebagai komitmen bersama untuk mempercepat transisi energi yang bersih, berkelanjutan, berkeadilan, terjangkau dan inklusif menuju NZE di Kawasan Asia," ungkap Agung di Jakarta, Kamis (9/3).


Dalam pertemuan AZEC tersebut, Agung juga menyampaikan terjalin empat kesepakatan kerja sama yang ditandatangani di bidang energi, yaitu:


1. MoU antara PT PLN (Persero) dengan Nippon Export and Investment Insurance (NEXI) terkait program dekarbonisasi;


2. MoU antara PLN Nusantara Power dengan Sumitomo Heavy Industries (SHI), Mitsubishi Heavy Industries (MHI), serta Ishikawajima-Harima Heavy Industries (IHI Corporation) terkait peningkatan co-firing untuk mempercepat transisi energi di Indonesia;


3. MoU antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan TOYO Engineering Corporation dan IHI Corporation terkait terkait pembangunan pabrik Green Ammonia di Indonesia; dan


4. MoU antara PT Pertamina Power Indonesia (Pertamina NRE) dan Tokyo Electric Power Company Holdings, Incorporated (TEPCO HD) tentang pengembangan hidrogen hijau dan amonia hijau.


Agung menambahkan, selama di Jepang, Menteri ESDM juga melakukan beberapa pertemuan bilateral untuk membahas beberapa isu kerja sama transisi energi dan peluang investasi di Indonesia.


"Pertemuan dengan Assistant Minister for Climate Change and Energy, Senator Jenny McAllister; pertemuan dengan Vice Minister of Environment Jepang; pertemuan dengan Itochu; pertemuan dengan IEA; pertemuan dengan Secretary, Department of Energy Filipina; dan wawancara dengan BS TV Tokyo Corporation terkait harapan untuk pertemuan AZEC," tutupnya.(*)