EmitenNews.com - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) meluncur turun pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Penurunan indeks acuan Wall Street ini dipicu oleh rilis laporan keuangan induk Google, Alphabet, yang mengecewakan pelaku pasar.

Kontrak berjangka indeks Nasdaq 100 tercatat merosot lebih dari 1 persen, sementara kontrak berjangka S&P 500 terdepresiasi sebesar 0,5 persen.

Sebagaimana dilaporkan Trading Economics pada Kamis (29/10/2026), saham Alphabet anjlok hingga sekitar 10 persen pada sesi perdagangan setelah jam kerja (after-hours). Koreksi tajam tersebut terjadi setelah perseroan melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang lebih lemah dari perkiraan pasar pada sebagian besar lini bisnis intinya.

Kinerja bisnis inti yang melambat tersebut kembali memicu kekhawatiran investor terkait tingginya biaya investasi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang selama ini disokong oleh pendapatan utama Alphabet.

Sebaliknya, saham Microsoft justru melesat hampir 3 persen di perdagangan setelah jam kerja. Lonjakan saham kompetitor Alphabet ini ditopang oleh capaian kinerja kuartalan yang melampaui estimasi, didorong oleh pertumbuhan kuat pada bisnis infrastruktur komputasi awan Azure.

Sehari sebelumnya, yakni pada sesi reguler Rabu (28/10/2026), indeks Dow Jones naik 0,19 persen, S&P 500 menguat 0,28 persen, dan Nasdaq Composite terangkat 0,27 persen. Penguatan tersebut terjadi setelah bank sentral AS, Federal Reserve, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan.

Keputusan suku bunga tersebut diwarnai perbedaan pendapat dari dua pembuat kebijakan yang menginginkan kenaikan 25 basis poin. "Ekspektasi inflasi tetap terkendali dengan baik," ujar Ketua Fed Kevin Warsh mengenai kondisi perekonomian terkini.(*)