EmitenNews.com -PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), yang beroperasi sebagai Sinergy Networks, dan Huawei, penyedia global infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK),  telah menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja Sama Strategis pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2026. Perjanjian kerangka ini membentuk dasar kerja yang terstruktur untuk mengeksplorasi berbagai inisiatif bersama yang memperkuat integrasi konektivitas laut-ke-darat, meningkatkan kinerja jaringan serta kesiapan operasional, dan mendukung pengembangan infrastruktur digital Indonesia yang lebih tangguh dan skalabel.

Penandatanganan dilakukan oleh Muhammad Arif, CEO Sinergy Networks (INET) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), bersama Du Yang, CEO Huawei Indonesia Enterprise Business Group. Kolaborasi ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk mendorong pendekatan pembangunan jaringan yang bukan hanya ambisius di atas kertas, tetapi dapat dijalankan secara disiplin di lapangan, dengan fokus pada reliabilitas, kesiapan operasi, serta penguatan konektivitas yang dibutuhkan Indonesia di dalam dan lintas batas.

Dalam kerja sama ini, Sinergy Networks hadir sebagai grup infrastruktur digital Indonesia yang dipimpin oleh holding, dengan mandat yang jelas untuk membangun dan mengonsolidasikan platform konektivitas secara nasional. Huawei melengkapi melalui kapabilitas teknologi pada jaringan transport, IP networking, serta solusi enterprise. Kerangka ini dirancang agar kedua pihak dapat menyelaraskan rancangan teknis dengan realitas eksekusi, sehingga pengembangan jaringan dapat bergerak dari konsep menjadi implementasi yang terukur dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan jangka panjang Indonesia akan infrastruktur yang semakin andal, responsif, dan siap menghadapi pertumbuhan trafik serta kebutuhan layanan digital yang makin kompleks.

Muhammad Arif menekankan bahwa fase berikutnya dari konektivitas Indonesia bukanlah soal memperbanyak janji, melainkan soal memastikan jaringan bekerja stabil pada skala nasional. Ia menyampaikan bahwa kerangka kerja sama ini mencerminkan niat Sinergy Networks untuk bermitra dengan pihak yang mampu menerjemahkan arsitektur menjadi pekerjaan lapangan yang nyata.

Fokusnya bersifat praktis dan disiplin: koordinasi laut-ke-darat yang lebih rapat, tata kelola operasi yang lebih kuat, serta infrastruktur yang mampu menjaga performa secara konsisten di seluruh kepulauan Indonesia. Pernyataan ini mempertegas posisi Sinergy Networks sebagai pelaku yang tidak sekadar membangun jaringan, tetapi membangun kepastian deliverability sebagai standar utama, terutama untuk ekosistem yang menuntut kontinuitas layanan dan kualitas pengalaman pengguna di berbagai geografi.

Du Yang menyampaikan bahwa Huawei menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa seiring permintaan digital yang terus meningkat, jaringan harus dibangun dan dioperasikan dengan disiplin kinerja dan ketahanan. Huawei menyatakan kesiapan untuk berkontribusi melalui kapabilitas teknologi jaringan dan enterprise yang relevan, guna mendukung arah pengembangan infrastruktur Indonesia dalam jangka panjang. Pernyataan tersebut menempatkan kerja sama ini sebagai langkah yang berorientasi pada fondasi, yakni memperkuat jaringan sebagai infrastruktur dasar yang menopang produktivitas ekonomi, inovasi layanan, serta pertumbuhan ekosistem digital yang aman dan berdaya saing.

Di bawah perjanjian kerangka ini, kedua pihak akan mengeksplorasi kerja sama pada tiga ranah utama. Pertama, integrasi konektivitas laut-ke-darat yang bertujuan memperbaiki keterhubungan antara konektivitas bawah laut dan jaringan transport darat, sehingga perencanaan kapasitas dapat disusun lebih terstruktur dan kesinambungan layanan dapat ditingkatkan. Pendekatan ini penting karena konektivitas lintas pulau dan lintas negara sangat bergantung pada koordinasi antarlapisan jaringan, mulai dari landing point hingga rute transport nasional yang menjadi tulang punggung distribusi trafik. Dengan integrasi yang lebih rapi, jaringan diharapkan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap gangguan, sekaligus lebih siap menghadapi lonjakan kebutuhan kapasitas di pusat-pusat pertumbuhan digital.

Kedua, operasi jaringan cerdas dan optimisasi trafik melalui adopsi pendekatan berbasis AI dan otomasi, untuk mendukung rekayasa trafik, mempercepat identifikasi gangguan, serta meningkatkan efisiensi operasi jaringan. Ranah ini menempatkan operasi sebagai faktor kunci, karena kualitas jaringan bukan hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi oleh cara jaringan dikelola setiap hari. Dengan kemampuan untuk membaca kondisi jaringan secara lebih cerdas, mengarahkan trafik secara lebih adaptif, dan mendeteksi potensi masalah lebih cepat, pengelolaan jaringan menjadi lebih presisi dan mampu menjaga kinerja saat trafik meningkat atau saat terjadi anomali.

Ketiga, penguatan kapabilitas enterprise dan layanan terkelola melalui pengembangan solusi yang berorientasi pada kebutuhan perusahaan, termasuk layanan jaringan terkelola, peningkatan keamanan siber, dan jaringan perkantoran yang siap cloud. Fokus ini menempatkan transformasi digital perusahaan pada jalur yang lebih aman dan efisien, karena enterprise membutuhkan konektivitas yang tidak hanya cepat, tetapi juga stabil, terlindungi, dan mudah dikelola. Dengan pendekatan layanan terkelola, adopsi teknologi dapat menjadi lebih praktis bagi pelaku usaha, sekaligus memperluas standar layanan infrastruktur yang mendukung produktivitas dan keandalan operasional.
Tentang Sinergy Networks (INET)

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), yang beroperasi sebagai Sinergy Networks, adalah grup infrastruktur digital Indonesia yang dipimpin oleh holding dan berfokus pada pembangunan serta konsolidasi platform konektivitas di seluruh Indonesia. Grup ini beroperasi di lapisan-lapisan konektivitas yang menentukan, mulai dari kapasitas jaringan dan penggelaran akses hingga layanan enterprise, dengan pendekatan eksekusi yang disiplin dan orientasi pada hasil komersial yang terstruktur. Dengan struktur holding-led, Sinergy Networks menempatkan tata kelola, kesiapan transaksi, dan kemampuan skalabilitas sebagai disiplin organisasi, sehingga ekspansi tidak sekadar bertumpu pada penambahan aset, tetapi pada kemampuan untuk mengubah infrastruktur menjadi layanan dan nilai yang dapat dipertanggungjawabkan.

INET dibangun agar tetap siap transaksi dan dapat bertumbuh secara terukur melalui platform operasi yang modular, sembari secara selektif memperluas cakupan ke lapisan infrastruktur berdekatan mengikuti pertumbuhan permintaan jangka panjang. Pada awal 2026, INET mendirikan PT Sinergi Inti Data Indonesia (SIDI) untuk mendukung ekspansi ke pengembangan data center sebagai bagian dari peta jalan infrastruktur yang lebih luas. Kerangka kerja sama yang ditandatangani di MWC 2026 ini selaras dengan arah tersebut, karena memperkuat aspek yang paling penting dalam infrastruktur digital: kesiapan kapasitas, ketahanan layanan, dan disiplin operasi yang dapat skala.


Didirikan pada 1987, Huawei adalah penyedia global infrastruktur TIK dan perangkat pintar. Dengan solusi terintegrasi yang mencakup jaringan telekomunikasi, digital power, perangkat pintar, dan layanan cloud, Huawei berkomitmen menghadirkan digital ke setiap orang, rumah, dan organisasi untuk mewujudkan dunia yang sepenuhnya terhubung dan cerdas. Huawei memiliki lebih dari 208.000 karyawan dan beroperasi di lebih dari 170 negara dan wilayah. Huawei telah hadir di Indonesia sejak 2000 dan terus mengembangkan ekosistem industri TIK lokal, dengan lebih dari 2.300 karyawan, sekitar 90 persen di antaranya adalah warga negara Indonesia. Melalui kemitraan dengan hampir 1.200 pelaku industri lokal, Huawei mendukung penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekosistem di Indonesia.