EmitenNews.com - Bocoran terbaru Bursa Pencatatan Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) tiga calon emiten ditengarai berpotensi kuat melantai di akhir Juni atau awal Juli 2026. 

Kepastian ini muncul di tengah penyusutan pipeline pencatatan saham BEI menjadi 12 perusahaan per 5 Juni 2026 dari yang sebelumnya berjumlah 15 perusahaan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya Senin (8/6) menyebut ketiga calon IPO tersebut ialah satu perusahaan di antaranya dari sektor Consumer Non-Cyclicals yang sudah mengantongi Persetujuan Prinsip Bursa.

Sementara dua perusahaan lainnya merupakan pemain di bidang Healthcare yang berpotensi besar mendapatkan Persetujuan Prinsip Bursa pada bulan ini.

"Ketiganya berencana akan dicatatkan di akhir Juni atau awal Juli 2026," ujar Nyoman, Senin (8/6/2026).

Nyoman menjelaskan penyebab utama proses IPO calon emiten tersendat.

"Ada yang revisi laporan keuangan menggunakan LK terbaru, ada yang masih membutuhkan kelengkapan dokumen, ada yang belum disetujui," katanya.

Ia sebelumnya juga pada (10/4) sempat mengatakan bahwa kecepatan proses IPO kini bergantung pada calon emiten dan underwriter.

"Nanti tergantung dari pace atau kecepatan mereka memberikan tanggapan kepada kita. Ketika mereka segera menyampaikan tanggapan, tentu proses di kita akan lebih cepat," ujar Nyoman.

Dari total 12 perusahaan dalam pipeline, sembilan calon emiten lain masih berstatus dalam proses evaluasi dan penelaahan dokumen di Bursa. BEI belum merinci nama ketiga perusahaan yang sudah di depan pintu IPO tersebut.