Intip Kinerja 6 Emiten yang Ditendang dari Indeks Utama MSCI
:
0
Kinerja emiten yang terlempar dari MSCI Global Standard Index Semester I 2026 didominasi pertumbuhan yang positif.
EmitenNews.com - Penyedia indeks global, MSCI Inc., menendang enam emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) dari MSCI Global Standard Index dalam evaluasi berkala periode Mei 2026 lalu.
Keenam emiten yang terlempar pada 13 Mei lalu adalah Amman Mineral Intl (AMMN), Barito Renewables Energi (BREN), Chandra Asri Pacific (TPIA), Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), dan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT).
Walau terlempar dari indeks utama MSCI, kinerja keenam emiten tersebut di Semester Pertama 2026 tidak semiris saat mereka harus keluar dari indeks bergengsi itu. Meski ada emiten yang masih bergelut di laba bersih yang negatif, namun sebagian besar tumbuh positif.
Berikut rangkuman kinerja keenam emiten tersebut yang diolah Emitennews.com, Rabu (12/8/2026).
1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
AMMN sukses meraih laba bersih di Semester I 2026 sebesar 495,2 Juta dolar AS (sekitar Rp8,91 triliun dengan kurs Rp18.000 per dolar AS). Laba bersih tersebut melesat 295 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Dengan pertumbuhan laba tersebut menempatkan AMMN menjadi salah satu emiten metalurgi dengan pertumbuhan paling masif pada paruh pertama 2026. Lonjakan laba bersih ini didorong oleh peningkatan volume produksi tembaga dan emas dari Fase 7 proyek Batu Hijau, serta tingginya harga jual rata-rata komoditas emas global di paruh pertama tahun ini.
2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
BREN membukukan laba bersih 61,54 Juta dolar AS (sekitar Rp1,11 triliun) di paruh pertama 2026. Dibandingkan semester pertama 2025, laba bersih tersebut tumbuh tipis 6,2 persen.
Dengan pertumbuhan profit tersebut profitabilitas anak usaha Grup Barito di sektor energi hijau ini bergerak stabil. Peningkatan tipis ditopang oleh operasional penuh pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Wayang Windu, Salak, dan Darajat, meski ada sedikit peningkatan beban penyusutan dari modernisasi infrastruktur turbin.
3. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
TPIA menjadi satu-satunya emiten dari enam emiten yang terlempar indeks utama MSCI dengan laba bersih negatif di Semester I 2026. TPIA mencatatkan rugi bersih US$38,4 Juta (sekitar Rp691 miliar).
Walaupun memiliki kinerja merah, kerugian TPIA menyusut 48,6% dibandingkan enam bulan pertama 2026 yang mencapai US$74,7 juta.
Related News
Didepak MSCI, Intip Kinerja 3 Emiten Prajogo di Medio 2026
Right Issue Tersendat, Investor ini Buang 90,76 Juta Saham CBRE
Transaksi Lintas Pengendali, Saham Hapsoro (SINI) Drop 36,68 Persen
Tinggalkan Grup MNC, Karya Investama Angkut 3,08 Miliar Saham IATA
INPP Salurkan Dividen Interim Rp50,31 Miliar, Cum Date 20 Agustus
Penutupan Tambang Ilegal Kerek Produksi, Laba TINS Melangit 805 Persen





