Investasi Rp710M, HSG Material Bangun Pabrik Produksi di KEK Kendal
:
0
Ilustrasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Dok. Kendal SEZ .
EmitenNews.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah terus menjaring investasi. PT HSG Material Indonesia, salah satu perusahaan manufaktur material konstruksi, menyuntikan investasi senilai Rp710 miliar di KEK Kendal itu. Penanaman modal yang berkomitmen membangun pabrik produksi itu diperkirakan bisa menyerap tenaga kerja hingga 400 orang.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan hal tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Peresmian pabrik HSG Material Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas industri manufaktur dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Fasilitas produksi HSG Material Indonesia mencakup pembuatan tiang pancang pipa prefabrikasi, tiang pancang persegi prefabrikasi, dan beton pracetak.
Dalam perencanaan awal, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas penjualan tahunan sebesar tiga juta meter tiang pancang beton prefabrikasi dan 150 ribu meter persegi beton siap pakai.
Harapannya, kapasitas produksi tersebut dapat memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, kawasan industri, dan berbagai proyek konstruksi di dalam negeri, sekaligus membuka peluang perluasan pasar ekspor.
Airlangga menyebutkan, pengembangan KEK Kendal dan masuknya investasi baru diharapkan terus memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah. Itu dicapai melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, diversifikasi kegiatan manufaktur, dan perluasan pasar.
PT HSG Material Indonesia bagian dari Fujian Hongsheng Material Technology juga menjadi bagian dari penguatan kemitraan industri Indonesia dan China melalui inisiatif Two Countries, Twin Parks (TCTP).
Informasi yang ada menyebutkan, kolaborasi pengembangan kawasan industri tersebut diarahkan untuk mendorong realisasi investasi, transfer teknologi, dan integrasi rantai pasok antara kedua negara.
Nantinya, dari sisi pasar, fasilitas produksi material konstruksi di Indonesia berpotensi melayani kebutuhan domestik sekaligus menjangkau pasar regional, khususnya Asia Tenggara. Pasar material konstruksi di kawasan tersebut tercatat mencapai USD682 juta pada 2025.
Related News
MotoGP Mandalika 2026, Tekad Pertamina Perkuat Loyalitas Pelanggan
Pemicu Merosot Tajam Saham Bank-bank Eropa
Prudential Life Dilarang Jual Produk Asuransi, Ini Penyebabnya
Realisasi Pembiayaan Utang Rp494T, Menkeu Pastikan Masih On Track
B50 Bisa Gerus Ekspor Sawit Nasional, Gapki Ungkap ada Masalah Serius
Harga Emas Global Stabil di USD4.150, Antam Naik Rp7.000





