EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 0,12 persen menjadi 6.343. Secara teknikal, Stochastic RSI mendekati area overbought, dan volume jual mengalami peningkatan. Namun, histogram MACD masih di area positif, dan IHSG masih di atas level MA5-MA50.

Oleh karena itu, IHSG diramal bergerak sideways. Sepanjang perdagangan hari in, Jumat, 7 Agustus 2026, IHSG akan mencoba menyusuri kisaran support 6.300, dan posisi resistance 6.400. Investor akan menanti data cadangan devisa Juli 2026. Di mana, edisi Juni 2026 naik tipis menjadi USD145,6 miliar dari edisi Mei 2026 di kisaran USD144,9 miliar.

Itu merupakan level terendah dalam hampir dua tahun terakhir akibat depresiasi Rupiah. Indeks harga properti diperkirakan tumbuh 0,8 persen YoY kuartal II 2026 dari kuartal I 2026 dengan kenaikan 0,62 persen YoY. Pemerintah akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa, 11 Agustus 2026 dengan target indikatif Rp10 triliun.

Lelang tersebut akan menawarkan delapan seri SBSN, yaitu SPNS08092026, SPNS03022027, SPNS12042027, serta PBS030, PBS040, PBSG002, PBS034, dan PBS038. Di sisi lain, Tiongkok akan merilis data neraca perdagangan Juli 2026. Ekspor diprediksi tumbuh 22,7 persen YoY dari 27 persen, dan impor melejit 28,6 persen YoY dari 36 persen YoY.

Investor juga akan menanti data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), yaitu nonfarm payrolls Juli 2026 diramal naik menjadi 80 ribu dari edisi Juni 2026 sebanyak 57 ribu, dan tingkat pengangguran diperkirakan tetap pada level 4,2 persen edisi Juli 2026. Jika data tenaga kerja AS di bawah estimasi, justru akan direspons positif investor.

Kondisi itu, dapat menurunkan ekspektasi the Fed akan menaikkan suku bunga dengan cepat untuk menurunkan laju inflasi. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham Pertamina Energy (PGEO), Petrosea (PTRO), Petrindo Jaya (CUAN), Semen Indonesia (SMGR), dan Astra International (ASII). (*)