Investor Rugi Miliaran, OJK dan BEI Didesak Periksa Ajaib Sekuritas
Lantai perdagangan saham di BEI.
EmitenNews.com - Kepercayaan pelaku pasar modal tengah diuji menyusul kejadian mengejutkan yang dialami seorang investor ritel pengguna aplikasi Ajaib Sekuritas. Investor bernama Nyoman mengaku hanya memesan 9 lot saham Bank Tabungan Negara (BBTN), namun justru sistem mencatat transaksi sebesar 16.541 lot senilai Rp1,8 miliar.
Kasus ini langsung menyita perhatian publik dan memicu desakan dari pelaku pasar agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) segera turun tangan. Pemeriksaan terhadap sistem dan operasional Ajaib Sekuritas dinilai mendesak guna menjaga kepercayaan investor ritel dan calon investor baru.
Pengamat pasar modal Desmon Wira menilai kasus seperti ini berpotensi mengganggu psikologis pasar. “Calon investor yang mau masuk tentu akan pikir-pikir lagi. Mungkin saja kejadian seperti ini bisa menimpa mereka,” kata Desmon dalam keterangannya, Selasa (1/7).
Sementara itu, sang investor, Nyoman, menyatakan akan melawan Ajaib Sekuritas. Dalam unggahan media sosialnya, ia menuliskan, “Saya boleh kehilangan banyak uang, tapi saya bersumpah kamu akan kehilangan reputasi tanpa sedikit pun tersisa.”
Nyoman menolak hasil investigasi internal Ajaib Sekuritas yang menyebut telah terjadi konfirmasi transaksi. “Saya sangat yakin dan menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada tampilan konfirmasi order pada saat transaksi 24 Juni 2025. Pernyataan tersebut tidak berdasar jika tidak disertai log yang sah,” tegasnya.
Ia juga mengaku sempat dihubungi oleh pihak Ajaib Sekuritas yang menyatakan akan memberikan kompensasi ke Rekening Dana Nasabah (RDN), namun hingga kini kompensasi tak kunjung diberikan. Justru, Nyoman malah menerima tagihan senilai Rp1,85 miliar atas fasilitas trading limit yang jatuh tempo 26 Juni 2025, disertai denda keterlambatan senilai Rp14,8 juta.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap integritas sistem perdagangan daring dan membuka diskusi mengenai perlindungan investor ritel dalam era digitalisasi pasar modal.
Para pengamat berharap OJK dan BEI segera bertindak cepat untuk menyelidiki transparansi sistem Ajaib, serta mengembalikan rasa aman bagi para investor pasar modal Indonesia.
Related News
KISI Prediksi IHSG Tembus 9.200 di 2026, Ini Saham Jagoannya
Cek! 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Periksa! BNBR Rajai 10 Saham Top Gainers Pekan Ini
IHSG Fluktuatif, Investor Asing Cabut Rp9,51 TriliunĀ
Pipeline Ada 8, KISI Siap Bawa IPO Lighthouse
Tetap Nyambung, Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Praktis





