EmitenNews.com - Arus kendaraan yang masuk dan keluar terminal milik PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) Emiten dari Grup Pelindo itu kian padat memasuki momentum lebaran. Aktivitas logistik otomotif yang terus bergulir mendorong kinerja operasional perseroan tumbuh 13,53 persen secara tahunan.

Dalam keterangan resmi perseroan di Jakarta, dikutip Minggu (15/3/2026), peningkatan aktivitas itu tecermin dari total kunjungan kapal konsolidasi yang mencapai 593 call. Jumlah tersebut bertambah 111 kunjungan atau melonjak 23,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan paling mencolok datang dari segmen kargo truck dan bus. Pada lini ini, IPCC mencatat pertumbuhan 50,61 persen secara tahunan atau meningkat 17.062 unit dibandingkan periode sebelumnya.

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi mengatakan penguatan kinerja tersebut tidak terlepas dari transformasi digital yang dijalankan perusahaan melalui implementasi platform PTOS-C sebagai sistem operasional terintegrasi terminal kendaraan.

“Transformasi digital melalui implementasi PTOS-C merupakan bagian penting dari strategi kami dalam membangun sistem operasional terminal kendaraan yang lebih terintegrasi, efisien, dan transparan. Melalui penguatan platform digital ini, kami tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi para pengguna jasa, tetapi juga memastikan bahwa IPCC mampu menghadirkan operasional yang adaptif, andal, dan berkelanjutan di tengah dinamika industri logistik otomotif yang terus berkembang,” ujar Sugeng.

Begitupun, geliat ekspor kendaraan turut memberi dorongan pada aktivitas terminal kendaraan yang dikelola perseroan. Hingga Februari 2026, IPCC mencatat penanganan kargo Completely Built Up (CBU) sebanyak 62.630 unit atau meningkat sekitar 35 persen secara tahunan.

Secara konsolidasi pada segmen kargo CBU, perseroan melayani 139.480 unit kendaraan. Angka tersebut meningkat 5.895 unit atau tumbuh sekitar 4,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Operasi dan Teknik IPCC, Bagus Dwipoyono menyebut capaian tersebut senada dengan efektivitas strategi pengelolaan terminal kendaraan yang dijalankan perseroan secara konsisten.

“Peningkatan kinerja operasional pada awal tahun ini mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan terminal kendaraan yang kami jalankan secara konsisten. Pertumbuhan pada segmen CBU serta peningkatan volume kargo secara konsolidasi menunjukkan bahwa aktivitas logistik otomotif tetap bergerak positif, sekaligus memperkuat peran IPCC dalam mendukung kelancaran distribusi kendaraan baik untuk pasar domestik maupun ekspor,” ujar Bagus.

Sepanjang dua bulan pertama 2026, secara konsolidasi IPCC menangani 195.729 unit kargo kendaraan yang terdiri dari CBU, truck dan bus, serta alat berat. Jumlah tersebut meningkat 23.319 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pada segmen kargo alat berat, perseroan mencatat penanganan sebanyak 5.477 unit hingga Februari 2026. Angka tersebut meningkat 362 unit atau tumbuh 7,08 persen secara tahunan.

Sekretaris Perusahaan IPCC, Endah Dwi Liesly menilai pertumbuhan pada berbagai segmen layanan menunjukkan kemampuan perseroan dalam merespons dinamika kebutuhan industri.

“Pertumbuhan kinerja operasional pada berbagai segmen layanan ini menunjukkan bahwa inisiatif pengembangan bisnis yang dijalankan IPCC mampu merespons dinamika kebutuhan industri secara adaptif. Melalui penguatan jaringan terminal, optimalisasi sistem operasional terintegrasi, serta penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, kami optimis IPCC dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung rantai pasok industri nasional yang semakin kompetitif,” pungkasnya.