IPO BUMN Harganya Cenderung Mahal, Investor Ritel Kurang Tertarik
:
0
EmitenNews.com—Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipandang perlu untuk merubah strategi dalam penentuan harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) agar banjir peminat.
Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Roger MM menyampaikan, terdapat fenomena pelaku pasar menjauhi saham perdana dari perusahaan di lingkungan BUMN, karena harga penawarannya telah mencerminkan harga wajarnya sehingga ruang untuk mendapatkan keuntungan investasi berkurang.
“Kalau ada diskon maka investor akan senang hati memburu saham IPO BUMN maupun anak usahanya. Tapi biasanya harga saham IPO BUMN sudah mencerminkan harga sebenarnya,” kata dia dalam paparan media, Selasa (10/1/2023).
Ia memberi contoh, pada saat IPO PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (IDX: MTEL) dipatok Rp800 maka valuasinya EV/EBITDA berada dikisaran 15,6 kali hingga 19,9 kali, sedangkan industri menara telekomunikasi berada dikisaran 14 Kali.
“Jadi harga IPO BUMN lebih mahal,” kata dia.
Related News
Lindungi Masa Depan, Allianz Life Indonesia Sodorkan ini
BUMA Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda melalui BUMA School
Tutup Perdagangan Oktober IHSG Turun ke 5.057, Market Cap Rp8.862 T
Pandu Sjahrir-Supra Sekuritas (SS) dan Paramita Bangun Sarana (PBSA)
Sesi I Tertekan, IHSG Terjun 1,29 Persen ke 5.032
Hana Bank Dorong Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi Global





