EmitenNews.com - PT Adhi Commuter Properti yang tengah dalam proses IPO, berpotensi meraup dana segar antara Rp 1,04 triliun hingga Rp 1,6 triliun. Rencananya perolehan dana ini sebesar 45% akan digunakan untuk pengembangan proyek eksisting dan recurring. Selanjutnya 35% untuk akuisisi atau pengembangan lahan baru, dan sisanya 20% untuk pembayaran kembali sebagian pokok obligasi Seri A yang sudah kami lakukan sebelumnya," kata Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Rizkan Firman dalam konferensi pers, Jumat (12/11/2021) di Jakarta.

 

Penggunaan dana untuk akuisisi atau pengembangan lahan baru yang dimaksud adalah pengembangan kawasan baru di tanah seluas 5 hektar milik PT Rajawali Nusantara Indonesia yang berlokasi di Pancoran, Jakarta Selatan. Tanah tersebut akan digunakan untuk pengembangan proyek Mixed Use Development (Apartement, Komersial dan Perkantoran). Perkiraan dana yang dibutuhkan Rp 250 miliar. 

 

Selain itu, Adhi Commuter Properti akan mengakuisisi lahan baru berupa tanah seluas 12 hektar (ha) milik individu-individu dan/atau badan hukum yang berlokasi di Pakansari, Bogor. Tanah tersebut akan digunakan untuk pengembangan proyek perumahan tapak dan komersial area. Perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk mengakuisisi lahan tersebut sekitar Rp 53 miliar.

 

Akuisisi lahan baru juga akan dilakukan terhadap 3,6 ha milik PT Prakarsa Triotama Jaya Yang yang berlokasi di Cikunir, Bekasi. Tanah tersebut juga akan digunakan untuk pengembangan proyek Mixed Use Development. Perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk mengakuisisi lahan tersebut sekitar Rp 271 miliar. 

 

Adhi Commuter Properti juga akan mengakuisisi lahan baru yang berupa tanah seluas 4.500 meter persegi milik PT Adhi Persada Properti  (APP) yang berlokasi di Cikunir, Bekasi. Perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk mengakuisisi lahan tersebut sekitar Rp 34,78 miliar. Tanah itu akan digunakan untuk pengembangan proyek Mixed Use Development.