IPO Lighthouse Company Dinilai Akan Bentuk Monopoli Market
:
0
Lantai perdagangan saham di BEI.
EmitenNews.com - IPO Lighthouse IPO Lighthouse Company Dinilai Akan Bentuk Monopoli Market akan Bentuk Monopoli Market
Langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memberikan perhatian besar pada IPO Lighthouse Company, yakni calon emiten yang memiliki kapitalisasi pasar besar, dinilai akan menciptakan ekosistem pasar modal yang tidak sehat.
Karakteristik IPO Lighthouse Company yakni nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 3 triliun serta jumlah saham yang dapat dibeli publik sedikitnya 20 persen dari keseluruhan sahamnya.
Ada beberapa hal yang patut diperhatikan dari perlakuan khusus regulator pasar modal atas IPO Lighthouse Company. Pertama, approach seperti ini memperbesar gap antara perusahaan besar dengan perusahaan kecil dan menengah.
”Ruang untuk perusahaan kecil dan menengah dalam mengakses modal, meski potensi bisnisnya besar, akan terbatas. Ini memperkecil peluang perusahaan cluster tersebut (kecil dan menengah) untuk naik kelas melalui pasar modal,” kata Fauzan Luthsa, analis Strategi Institute, dalam keterangannya, Jumat (15/11).
Kedua, meningkatkan ketimpangan pasar. “Tanpa dukungan yang seimbang, perusahaan perusahaan kecil menengah mungkin sulit menarik investor dan mengalami kesulitan bersaing di pasar.”
Dan ketiga, dominasi market. “Bisa terjadi monopoli pasar, karena idominasi segelintir emiten raksasa dan semakin memperkecil peluang perusahaan kecil dan menengah untuk berkembang.”
Menurut Fauzan jika ketiga hal tersebut terjadi, maka akan menciptakan ekosistem pasar modal yang tidak sehat, karena meningkatnya ketimpangan pasar akibat sebagian besar modal hanya beredar di antara emiten besar dan peluang diversifikasi portofolio lebih luas dan inklusif semakin menyempit.
“Padahal desakan untuk memperluas peluang perusahaan menengah dan kecil untuk IPO tujuannya memberikan kontribusi positif pada perekonomian, karena scale up bisnis akan menciptakan lapangan kerja dan berefek pada naiknya daya beli masyarakat.”
Fauzan lebih lanjut mengatakan sebaiknya BEI fokus mendorong perusahaan kecil dan menengah untuk melantai agar tercipta ekosistem pasar modal yang inklusif, kompetitif dan menghindari monopoli perusahaan besar.
Related News
Laba Konsolidasi BTN Rp1,85 Triliun, Surplus 54,37 Persen per Mei 2026
Ekspansi Airwheel Berlanjut, TOOL Siapkan Strategi Pemulihan Kinerja
Prioritas Fundamental Bisnis, COIN Tahan Laba untuk Perkuat Anak Usaha
Transformasi Bisnis TPIA Dinilai Perkuat Daya Tarik Investor
DMAS Tebar Dividen Spesial Nyaris 100 Persen Laba, Yield Fantastis!
CGAS Bagi Dividen 50 Persen dari Laba, Bidik Pendapatan 2026 Rp879M





