EmitenNews.com - Ini ironi. Bayangkan, ribuan warga miskin di Banten mengeluhkan tidak pernah menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Parahnya, setelah ditelusuri, bantuan tersebut justru dinikmati oleh ribuan orang kaya yang tidak seharusnya mendapatkannya. 

Fakta mengejutkan ini terungkap dalam dialog pilar-pilar sosial di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, pada Rabu (19/3/2025), yang dihadiri oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. 

Dalam keterangannya yang dikutip Jumat (21/3/2025), Gubernur Banten Andra Soni mengaku terkejut dengan temuan ini. Kepada wartawan ia menyatakan, ternyata selama ini data orang miskin kita banyak yang belum sempurna. 

"Keluhan masyarakat bahwa pemberian bansos tidak tepat sasaran dan segala macamnya terbukti setelah peralihan dari DTKS menjadi DTSEN," ujar Gubernur Andra Soni. 

Akibatnya, banyak warga miskin tidak pernah menerima bantuan apapun. Karena itu, Andra Soni berharap, dengan adanya sistem baru melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pendistribusian bansos bisa lebih tepat sasaran. 

"Kalau DTSEN kan bisa mengecek diri kita sendiri apakah masuk desil (kategori kesejahteraan) 1 atau 10," katanya. 

Dalam sistem DTSEN, Desil 1 merupakan masyarakat miskin ekstrem yang seharusnya mendapatkan bantuan segera, sedangkan Desil 10 adalah kategori masyarakat paling sejahtera. 

Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa selama ini bansos banyak salah sasaran, sehingga ribuan warga miskin di Banten tidak mendapatkan hak mereka.

Mensos Gus Ipul mengungkap data, sebanyak 4.386 warga kaya di Banten justru menerima bansos sembako dari pemerintah, meskipun mereka masuk dalam kategori ekonomi mampu. 

Sebelumnya, 18 Maret 2025, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan penyaluran bantuan sosial (Bansos) dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Implementasinya dengan berkolaborasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).