EmitenNews.com - PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat perubahan pemegang saham pengendali (PSP) Perseroan. Manajemen menyatakan, sepanjang pengetahuan Perseroan, PSP belum menandatangani perjanjian definitif apa pun terkait rencana penjualan saham kepada pihak lain.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama UDNG, Vincent Lukito, dalam surat klarifikasi, Selasa, 20 Januari 2026, atas sejumlah pertanyaan yang beredar di pasar terkait isu rencana pengambilalihan dan perubahan arah bisnis Perseroan.

Menanggapi isu yang menyebutkan adanya rencana pengambilalihan yang berpotensi mengubah sektor usaha Perseroan dari perikanan menjadi infrastruktur digital, manajemen menyatakan tidak mengetahui informasi tersebut. Perseroan juga menegaskan belum memperoleh informasi terkait timeline rencana pengambilalihan saham, maupun kemungkinan perubahan struktur kepengurusan sebelum dan setelah aksi tersebut.

Dari sisi operasional, Vincent memastikan bahwa kegiatan usaha utama Perseroan tetap berjalan normal. Tambak udang milik UDNG saat ini masih beroperasi dan tengah menjalankan siklus budidaya udang vannamei sebagaimana mestinya.

Lebih lanjut, manajemen menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terdapat informasi atau kejadian material lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan maupun berdampak signifikan terhadap harga saham, selain informasi yang telah diungkapkan secara resmi kepada publik.

Perseroan menegaskan akan tetap mematuhi ketentuan keterbukaan informasi dan menyampaikan perkembangan material apabila terdapat fakta atau kejadian penting di kemudian hari.

Harga saham UDNG hari ini ditutup di zona merah alias merosot 200 poin atau 4,65 persen menjadi Rp4.100 per saham. Secara year to date harganya bahkan telah merosot 900 poin atau 18 persen.

Namun demikian, investor yang memegang saham ini dalam periode setahun terakhir masih menikmati gain jumbo yaitu sebesar 4.060 poin atau 10.150 persen!