Jabat Februari, Lim Su Hwei Mundur Sebagai Direktur SAPX Mei 2024
:
0
Ilustrasi PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX). dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - Direktur PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX), Lim Su Hwei mengundurkan diri. Perseroan telah menerima surat pengunduran diri sang direktur pada 14 Mei 2024. Praktis, ia menjabat tak lebih dari empat bulan, setelah ditunjuk sebagai direktur perseroan pada 21 Februari 2024.
Dalam keterangannya yang dikutip Kamis (16/5/2024), Presiden Direktur SAPX, Budiyanto Darmastono memastikan, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Lim Su HweI pada 14 Mei 2024, dari posisi yang didudukinya sejak Februari 2024.
"Permohonan pengunduran diri akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang akan digelar pada tanggal 12 Juni 2024," tutur Budiyanto Darmastono.
Praktis Lim Su Hwei hanya menjabat kurang lebih empat bulan. Pasalnya, mantan Direktur PT Satria Antaran Prima Tbk (2019-2021) itu, ditunjuk sebagai Direktur SAPX sejak Februari 2024.
Saat ini, Lim Su Hwei menjabat posisi Direktur dan Kepala Audit Magma Group Berhad (2023- sekarang). Ia juga tercatat sebagai, Manajer Penasihat Senior dan Hubungan Investor GDEX Berhad (2018- sekarang).
Menurut Budiyanto Darmastono, pengunduran diri tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha SAPX.
Sebelumnya, PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 21 Februari 2024. Dalam rapat itu, Lim Su Hwei didaulat sebagai direktur SAPX.
Denny Parhan Corporate Secretary SAPX dalam keterangan tertulisnya Rabu (21/2/2024) menyampaikan, agenda tunggal RUPSLB itu, memberhentikan dengan hormat Rudy Pinem dari jabatannya selaku Direktur Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini.
Sebagai pengganti Rudy Pinem, peserta rapat menyetujui pengangkatan Lim Su Hwei. Tetapi, tak sampai empat bulan kemudian, Lim juga mengundurkan diri. Sebagai penggantinya akan ditentukan dalam RUPSLB berikutnya. ***
Related News
Tok! TUGU Sulap 50 Persen Laba Jadi Dividen, Yield Atraktif
APLN Balikkan Rugi Jadi Laba Q1-2026 tapi Recurring Income Tertekan
Laba BBRI Melesat 13,74 Persen Jadi Rp15,5 Triliun di Kuartal I 2026
Emiten Bioskop CNMA Raup Pendapatan Rp1,1T, Kontribusi F&B Naik Pesat
RUPS Tahunan TUGU Rombak Susunan Pengurus
BDKR Catat Laba Naik 7,5 Persen, Didukung Proyek Marine dan Heavy Lift





