EmitenNews.com - PT Trisetijo Manunggal Utama (TMU) bakal menyuntik modal Pan Brothers (PBRX) senilai Rp750 miliar. Itu dilakukan melalui penyerapan right issue Pan Brothers. Di mana, Pan Brothers akan menawarkan right issue 15 miliar lembar.


Penerbitan saham baru itu, dibalut harga pelaksanaan Rp50 per lembar. Dengan skema harga itu, emiten garmen itu berpotensi akan meraup dana Rp750,197 miliar. TMU sebagai pemegang 27,99 persen saham Pan Brothers akan menyerap seluruh HMETD yang menjadi haknya. 


Selain itu, TMU akan mengambil sisa HMETD yang tidak ditebus pemegang saham lain. Dengan begitu, pemegang saham pengendali (PSP) itu akan menguasai 78,27 persen Pan Brothers. Lalu siapa sosok dibalik Trisetijo Manunggal Utama, dan menggarap bidang apa?


TWU beraktivitas sebagai perusahaan holding di bawah besutan duet Anne Patricia Sutanto sebagai komisaris, dan Ludijanto Setijo sebagai direktur. Modal dasar TWU 600 juta dengan nilai nominal Rp600 miliar. Modal ditempatkan, dan disetor penuh 211.743.904 lembar bernominal Rp211,74 miliar. 


Ludijanto mengempit 173.190.598 lembar dengan nominal Rp173,19 miliar setara 81,79 persen, dan Anne Patricia 38.553.306 saham bernominal Rp38,55 miliar. Saham dalam portepel sebanyak 388.256.096 lembar dengan nilai nominal Rp388,25 miliar. Jadi, penerima maniata akhir level individu TWU Ludijanto Setijo, dan Anne Patricia Sutanto.


”Ibu Anne Patricia Sutanto akan melaksanakan HMETD sesuai haknya, dan juga sebagai Pemegang saham TWU berlinda sebagai pembeli siaga, otomat?n akan menjadi penerima manfaat akhir yang sama,” tulis Fitri Ratnasari Hartanto, Direktur Pan Brothers menjawab pertanyaan operator pasar modal Indonesia. 


Mengenai alokasi dana hasil right issue untuk modal kerja, termasuk pengadaan bahan baku, karena siklus modal kerja masih panjang, dan keterbatasan fasilitas dari perbankan dikurangi secara drastis. Perseroan akan mengakselerasi turn over persediaan, terutama jika didapatkan sumber bahan baku lokal sehingga bisa diterapkan just in time.


Right issue setara USD50 juta itu, diklaim manajemen Pan Brothers menjadi bagian persetujuan restrukturisasi dengan para kreditur termasuk rencana penggunaan dana untuk mendukung modal kerja. Nah, untuk memberi kesempatan pemegang mengambil hak dengan harga tebusan tidak memberatkan, dan tidak terdilusi, perseroan membalut right issue dengan harga pelaksanaan Rp50 per lembar. (*)