Jalankan Program Pemerintah, Jasindo Kembali Pimpin Konsorsium Asuransi TKA
Asuransi Jasindo. dok. industry. co.id.
EmitenNews.com - Ini kesiapan PT Asuransi Jasa Indonesia dalam mendukung, dan menjalankan program asuransi pemerintah. Asuransi Jasindo kembali dipercaya memimpin konsorsium asuransi Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja kurang dari enam bulan.
"Jasindo selalu siap untuk mendukung program-program asuransi pemerintah. Kami juga merasa bersyukur kembali dipercaya pemerintah menjadi ketua konsorsium asuransi tenaga kerja asing yang bekerja kurang dari enam bulan," kata Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Cahyo Adi di Jakarta, seperti dikutip Jumat (30/9/2022).
Sebagai informasi, Kementerian Ketenagakerjaan melalui website www.satudata.kemnaker.go.id mencatat terdapat 96,57 ribu TKA yang bekerja di Indonesia dan berada di berbagai sektor.
Hal ini menjadi indikator positif mengenai semakin membaiknya penanganan pandemi di Indonesia dan kembali bergeraknya perekonomian Tanah Air.
"Kondisi ini menunjukan kalau Indonesia memiliki program penanganan pandemi yang sangat baik dan kami sangat optimistis kondisi perekonomian kedepannya akan semakin membaik," katanya.
Pada 12 Agustus 2022, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja menyelenggarakan pertemuan sekaligus sosialisasi program asuransi bagi Tenaga Kerja Asing yang bekerja kurang dari enam bulan. Sosialisasi diberikan kepada Perusahaan Penyelenggara Tenaga Kerja Asing (PPTKA) dan Konsorsium Asuransi TKA berikut stake holder lain yang terkait di Jakarta.
Pertemuan berikut sosialisasi tersebut merupakan tindaklanjut dari Keputusan Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja nomor 03/144/PK.04/V/2022 tentang Pelaksanaan Program Asuransi bagi Tenaga Kerja Asing Yang Bekerja Kurang Dari 6 (enam) Bulan.
Jaminan Asuransi Tenaga Kerja Asing untuk memiliki perlindungan asuransi dengan jaminan kecelakaan kerja, jaminan kesehatan, dan jaminan kematian. ***
Related News
Emas Perhiasan Sumbang Andil Inflasi Sepanjang 2025, Ini Catatan BPS
Harga Emas Antam Naik Rp25.000 per Gram
Pakai Coretax, Pelaporan SPT Tahunan Melonjak Tajam
Carry Over Stok Kuat, Pemerintah Pastikan Tak Ada Impor Pangan di 2026
Tak Hanya Sukuk, Bank Indonesia Tancap Gas Rilis SRBI
Desember Industri Manufaktur Melemah, Tapi Masih di Jalur Ekspansi





