Januari 2025 Keluar FCA, MTSM Geber Sejumlah Aksi Ini
Pengurus Metro Realty kala menjelaskan strategi perseroan menghadapi persaingan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Metro Realty (MTSM) menyiapkan sejumlah aksi korporasi. Itu penting untuk meningkatkan saham free float. Melakukan stock split, dan mendongkrak kinerja perseroan.
Nah, untuk mengenjot performa, perseroan akan merevitalisasi gedung di Melawai Plaza, Metro Plaza Sunter, dan Metro Pasar Baru. Gedung-gedung tersebut saat ini dalam proses revitalisasi, perseroan mengadopsi konsep Metro Living vs Metro Shopping. Itu seiring dinamika pemanfaatan gedung menjadi sport center, lifestyle, dan pusat kuliner (food street).
”Dengan usaha-usaha perseroan tersebut, diharapkan akan mendongkrak pendapatan perseroan dari lonjakan pengunjung, dan lompatan sewa,” tutur Sukardi, Direktur Metro Realty.
Perseroan tengah melakukan kajian, dan studi kelayakan dalam meningkatkan kinerja keuangan, dan performa saham. Studi kelayakan tentang kelaikan bisnis dari usaha bidang property/building management menjadi holding company dengan berinvestasi kepada naka usaha bidang jasa.
Pertumbuhan perseroan bisa didorong melalui investasi dibeberapa anak usaha. Selanjutnya, anak usaha perseroan tersebut akan didorong untuk melakukan initial public offering (IPO) alias go public,” tegas Sukardi.
Selanjutnya, melakukan kajian untuk mendapat pendanaan dalam investasi atau akuisisi beberapa anak usaha. Di antaranya penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu alias private placement, dan right issue. ”Kami mematok keluar dari papan pemantauan khusus alias full call auction (FCA) paling telat Januari 2025,” ucapnya. (*)
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





