Jateng Catat Realisasi Investasi Capai Rp88,50T, Cek PMA Terbesar
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. dok. Humas Pemprov Jateng/JPNN.
EmitenNews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat peningkatan investasi. Realisasi investasi sepanjang Januari-Desember 2025 di provinsi yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi tersebut mencapai Rp88,50 triliun. Meningkat lumayan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp68,67 triliun. Investasi asing terbesar dari Hong Kong, Singapura, dan Republik Rakyat Tiongkok
Dalam keterangannya di Semarang, Selasa (20/1/2026), Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan bahwa realisasi investasi pada 2025 naik Rp19,83 triliun atau 28,88 persen dibandingkan periode 2024.
Capaian tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp37,64 triliun
Kemudian dari sisi aktivitas usaha, total yang terealisasi mencapai 105.078 proyek dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 418.138 orang.
"Kami berkomitmen menjadi manager marketing investasi yang menjamin kepastian hukum, keamanan, dan kemudahan berusaha. Investor harus merasa nyaman menanamkan modalnya di Jawa Tengah," kata mantan Kapolda Jateng tersebut.
Lonjakan investasi tersebut tidak lepas dari percepatan perizinan, penguatan kawasan industri, serta stabilitas daerah yang menunjukkan kepercayaan investor terus menguat.
"Pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota bergerak cepat memangkas hambatan birokrasi dan memastikan proyek berjalan tepat waktu," katanya.
Satu hal, realisasi investasi 2025 menjadi bukti bahwa Jateng semakin dipercaya oleh investor, baik dari dalam maupun luar negeri seiring dengan jaminan keamanan, kepastian hukum, dan kenyamanan berusaha.
Untuk itu, Pemprov Jateng akan terus menjadi mitra strategis bagi investor agar pertumbuhan ekonomi daerah semakin inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Sakina Rosellasari, menyebutkan ada lima daerah di Jateng yang andil dalam realisasi PMA dan PMDN pada 2025.
Kelima daerah tersebut yakni, Kabupaten Kendal senilai Rp15,86 triliun, Kota Semarang Rp11,15 triliun, Kabupaten Demak Rp 9,06 triliun, Kabupaten Batang Rp6,73 triliun, serta Kabupaten Semarang Rp4,38 triliun.
Data itu menunjukkan bahwa pemerataan investasi di kawasan Pantura dan sekitar kawasan industri strategis mulai terlihat. Kendal, Batang, dan Demak menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan industri terintegrasi mampu menarik investor besar sekaligus membuka lapangan kerja.
Untuk negara asal PMA, lima besar penanam modal di Jateng pada 2025 adalah Hong Kong senilai Rp12,92 triliun, lalu Singapura Rp11,43 triliun, Republik Rakyat Tiongkok Rp10,13 triliun, Korea Selatan Rp4,96 triliun, dan Samoa Barat Rp2,96 triliun.
Berdasarkan sektor usaha, lima besar realisasi investasi Jateng 2025 didominasi industri pengolahan, yakni, industri barang dari kulit dan alas kaki senilai Rp11,37 triliun.
Berikutnya, industri mesin, elektronik, dan peralatan presisi Rp9,70 triliun, industri karet dan plastik Rp8,96 triliun. Lalu industri tekstil mencapai Rp7,97 triliun, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp7,47 triliun. ***
Related News
Sudah 372 Ribu Wajib Pajak Lapor SPT Lewat Coretax, Ini Imbauan DJP
Butuh Tambahan Listrik Sementara Untuk Acara Pesta, Hubungi PLN
Investasi Kawasan Industri Rp6.744,5T, Serap 2,35 Juta Tenaga Kerja
Produk Pertadex Pertamina Raih Penghargaan di Thailand
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis Rp2.000 Per Gram
Kinerja Mayoritas Lapangan Usaha Triwulan IV 2025 Positif





