Jejak Dharmo Budiono dari Membangun Infrastruktur ke Kesehatan
:
0
Dharmo Budion di Lokasi HLL Wellness Center. DOK/Dharmo Budiono
EmitenNews.com -Dharmo Budiono, sosok yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemilik dan tokoh di balik PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA), kini mulai menorehkan babak baru yang menginspirasi. Setelah bertahun-tahun berkiprah di industri konstruksi dan infrastruktur, ia memutuskan untuk bertransformasi menjadi pelopor di bidang regenerative medicine melalui Healthy Long Life (HLL), pusat wellness premium yang berfokus pada healthy aging dan terapi regeneratif.
Saat ini HLL Wellness Center telah beroperasi di Malang dan Surabaya. Namun, visi Dharmo tidak berhenti di dua kota tersebut. Dalam waktu dekat, ia berencana menghadirkan Healthy Long Life di sejumlah kota-kota besar lainnya di Indonesia. Langkah ekspansi ini mencerminkan komitmennya untuk membawa layanan kesehatan regeneratif yang berkualitas kepada lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah.
Perjalanan ini bukan sekadar pergeseran bisnis, melainkan perwujudan visi jangka panjang tentang pentingnya membangun fondasi yang kokoh bukan hanya untuk gedung dan infrastruktur, tetapi juga untuk kesehatan manusia sebagai aset paling berharga. Dengan latar belakang pendidikan Teknik Sipil dari Universitas Petra Surabaya dan pengalaman mengelola berbagai proyek konstruksi, Dharmo membawa prinsip-prinsip ketelitian, perencanaan matang, dan quality control ke dalam dunia kesehatan preventif.
Bagi Dharmo, keputusan banting setir ini lahir dari kesadaran bahwa produktivitas dan kualitas hidup seseorang sangat bergantung pada kesehatan jangka panjang. Melalui HLL, ia menghadirkan rangkaian terapi berbasis bukti seperti stem cell, exosome, hyperbaric oxygen therapy, program metabolic, joint recovery, hingga terapi unggulan lainnya. Di antaranya adalah EECP (Enhanced External Counterpulsation) yang difokuskan untuk pencegahan dan dukungan kesehatan cardiovascular, dan *Hydrocolon Therapy* yang ditujukan untuk membantu pencegahan kanker usus melalui pembersihan dan perawatan kolon secara optimal, serta *Ozone Therapy*, satu terapi yang memposisikan pendekatan yang dapat mendukung pencegahan kanker dan kondisi autoimun, sekaligus membantu pengelolaan diabetes melalui peningkatan oksigenasi, sirkulasi, dan keseimbangan sistem tubuh.
Pendekatan menyeluruh ini sejalan dengan tren global yang menekankan healthspan masa hidup dalam kondisi sehat dan produktif ketimbang sekadar memperpanjang umur.
“Saya melihat tubuh manusia seperti proyek infrastruktur yang membutuhkan fondasi kuat dan perawatan rutin. Kalau kita hanya memperbaiki saat sudah rusak, biayanya jauh lebih mahal dan hasilnya tidak optimal. Di HLL, kami ingin membantu orang-orang membangun kesehatan mereka sejak dini agar bisa tetap produktif dan menikmati kualitas hidup terbaik hingga usia lanjut. Kehadiran HLL di lebih banyak kota besar adalah langkah kami untuk menjangkau lebih luas lagi,” ujar Dharmo Budiono.
Transformasi yang dijalani Dharmo menjadi bukti nyata bahwa pengusaha dari sektor tradisional pun mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Ia tidak hanya membangun bisnis baru, tetapi juga menciptakan ruang bagi masyarakat, khususnya kalangan profesional dan pebisnis, untuk memandang kesehatan sebagai investasi strategis.
Melalui Healthy Long Life, Dharmo berharap semakin banyak individu di berbagai kota di Indonesia yang menyadari pentingnya merawat diri lebih dini dan secara proaktif. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa perubahan arah bisnis yang dilandasi tujuan mulia dapat memberikan dampak lebih luas—bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi generasi yang ingin hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih bermakna.
Related News
Awas Serangan Siber Baru: Data Dicuri Hari Ini Dibuka Nanti
InJourney Hadirkan Ragam Aktivasi Kemerdekaan di Destinasi Nusantara
Di Usia Satu Abad, Chevrolet Harus Angkat Kaki dari Pasar China
Subsidi Kendaraan Listrik China Terus Dilucuti, Ini yang Terbaru
Tertinggi, Kinerja Menkeu Purbaya Ungguli Mentan di Survei IPO
Kiprah Profesional Eks Menkeu Sri Mulyani, Tugas Baru dari Bank Dunia





