IDXINDUST

 -0.03%

IDXINFRA

 -0.22%

IDXCYCLIC

 -0.21%

MNC36

 0.16%

IDXSMC-LIQ

 0.23%

IDXHEALTH

 -0.32%

IDXTRANS

 0.16%

IDXENERGY

 -0.60%

IDXMESBUMN

 0.47%

IDXQ30

 0.26%

IDXFINANCE

 0.35%

I-GRADE

 0.36%

INFOBANK15

 0.61%

COMPOSITE

 0.13%

IDXTECHNO

 -0.39%

IDXV30

 -0.21%

ESGQKEHATI

 0.38%

IDXNONCYC

 0.49%

Investor33

 0.26%

IDXSMC-COM

 0.10%

IDXBASIC

 0.01%

IDXESGL

 0.21%

DBX

 -0.32%

IDX30

 0.20%

IDXG30

 0.23%

ESGSKEHATI

 0.29%

IDXSHAGROW

 -0.48%

KOMPAS100

 0.14%

PEFINDO25

 0.05%

BISNIS-27

 0.29%

ISSI

 -0.22%

MBX

 0.18%

IDXPROPERT

 -0.19%

LQ45

 0.19%

IDXBUMN20

 0.55%

IDXHIDIV20

 0.27%

JII

 -0.39%

IDX80

 0.13%

JII70

 -0.31%

SRI-KEHATI

 0.43%

IDXLQ45LCL

 0.11%

SMinfra18

 0.45%

KB Bukopin
Sawit Sumbermas Sarana

Jelang Jatuh Tempo, Obligasi Merdeka Copper (MDKA) Sandang Rating idA

27/01/2022, 09:30 WIB

Jelang Jatuh Tempo, Obligasi Merdeka Copper (MDKA) Sandang Rating idA

EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA obligasi berkelanjutan II Tahap I Merdeka Copper Gold (MDKA). Obligasi seri A senilai Rp559,6 miliar itu, akan jatuh tempo pada 2 April 2022. 


Merdeka Copper berencana melunasi surat utang tersebut menggunakan pendanaan eksternal, dan kas internal. Per Desember 2021, emiten Milik Sandiaga Uno itu, memiliki kas senilai USD186 juta.


Efek utang berperingkat idA mempunyai kemampuan kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibanding emiten lain di Indonesia. Messi begitu, kemampuan emiten mungkin akan terpengaruh perubahan buruk keadaan, dan kondisi ekonomi, dibanding emiten berperingkat lebih tinggi.


Merdeka Copper berdiri pada 2012. Bergerak dalam kegiatan pertambangan. Saat ini, perusahaan memiliki dua proyek tambang terletak di Tujuh Bukit, Banyuwangi untuk pertambangan emas. Lalu, Pulau Wetar, Maluku untuk pertambangan tembaga. 


Per 30 September 2021, pemegang saham Merdeka Copper Saratoga Investama Sedaya 18,29 persen, Mitra Daya Mustika 12,87 persen, Garibaldi Thohir 8,86 persen, PT Suwarna Arta Mandiri 6,05 persen, Pemda Kabupaten Banyuwangi 4,25 persen dan lain-lain termasuk publik 49,67 persen. (*)



Author: J S