EmitenNews.com - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) emiten poultry menutup tahun 2025 dengan lonjakan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 32,89 persen year on year menjadi Rp4 triliun sepanjang 2025, dibandingkan Rp3,01 triliun pada 2024. 

Secara konsolidasi, laba tahun berjalan meningkat 33,33 persen year on year menjadi Rp4,28 triliun dari Rp3,21 triliun. Laba per saham dasar (EPS) turut menguap 32,31 persen year on year menjadi Rp344 per saham dari Rp260 per saham pada tahun sebelumnya.

Seiring, pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh penjualan neto yang meningkat 8,80 persen year on year menjadi Rp60,71 triliun pada 2025, dibandingkan Rp55,80 triliun pada 2024. Sejalan dengan itu, laba bruto tumbuh 17,66 persen year on year menjadi Rp13,19 triliun dari Rp11,21 triliun.

Kemudian, di sisi operasional, beban penjualan dan pemasaran naik 19,56 persen year on year menjadi Rp2,69 triliun dari Rp2,25 triliun. Meski demikian, laba usaha tetap meningkat 22,13 persen year on year menjadi Rp6,18 triliun dibandingkan Rp5,06 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. EBITDA juga melonjak 29,25 persen year on year menjadi Rp5,48 triliun dari Rp4,24 triliun.

Melihat neraca perseroan JPFA, total aset perseroan terkerek naik 15,61 persen year on year menjadi Rp40 triliun pada 2025, dari Rp34,6 triliun pada 2024. Sementara itu, liabilitas naik 11,11 persen year on year menjadi Rp20 triliun dari Rp18 triliun.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Jumat (27/2) saham JPFA tercatat menguat 1,28 persen naik 30 poin di level Rp2.380.