EmitenNews.com - PT First Media (KBLV) bakal melepas 798.969.286 saham Link Net (LINK) senilai Rp3,83 triliun. Penjualan saham setara 29,04 persen kepada XL Axiata (EXCL), dan Axiata Investment Indonesia (AII) itu, butuh restu pemodal. Oleh karena itu, First Media akan menghelat rapat umum pemegang saham luar biasa pada Senin, 6 Juni 2022 mendatang. 


XL Group akan membeli 1.816.735.484 lembar atau 66,03 persen saham Link Net. Rinciannya, 29,04 persen milik First Media, dan 36,99 persen setara 1.017.766.198 lembar milik Asian Link Dewa Pte Ltd (ALD) dengan total nilai penjualan Rp8,72 triliun. Dengan harga pelaksanaan Rp4.800 per saham, ALD akan menerima bagian Rp4,88 triliun. 


First Media menilai transaksi itu, akan memperkuat struktur keuangan, dan bisnis perseroan. Dengan begitu, perseroan lebih fokus pada pengembangan bisnis media, dan pembuatan konten. Selain itu, transaksi akan memberi keuntungan bagi pemegang saham publik karena dana hasil transaksi dapat memperbaiki struktur keuangan termasuk melunasi seluruh utang yang berbuntut beban bunga. 


Selanjutnya, First Media dapat mengembangkan bisnis anak usaha bidang media, pembuatan konten, dan penyiaran televisi digital. Oleh karena itu, perseroan dapat kembali membukukan laba bersih, dan saldo laba positif. Dana hasil penjualan Link Net akan digunakan antara lain investasi teknologi Digital Free-To-Air (dFTA) untuk memperluas jangkauan penonton BeritaSatu News Channel.


Memperbanyak program-program unggulan, baik acara offline dan online. Investasi pada digital brand baru, produksi konten yang menyasar platform Over The Top (OTT), dan kegiatan rumah produksi. Investasi pada teknologi digital untuk meningkatkan kinerja melalui keputusan berdasar data (data-driven decision) seperti jumlah traffic, monthly active user dan lain-lain. 


Investasi pada revenue stream baru untuk mendongkrak penjualan digital alias Key Opinion Leader (KOL) Ecosystem. Time line rencana pengembangan kegiatan usaha butuh waktu sekitar 6 bulan sampai 3 tahun setelah transaksi terealisasi. Apabila transaksi terlaksana, dan rencana pengembangan usaha berjalan sesuai rencana, perseroan memproyeksi mulai mencatat laba bersih, dan saldo laba positif dalam waktu 12 bulan ke depan.


Transaksi itu, akan membuat First Media kehilangan pendapatan dari Link Net. Sepanjang tiga tahun terakhir, Link Net paling tidak berkontribusi atas pendapatan First Media senilai Rp185,68 miliar pada 2019, sejumlah Rp142,86 miliar pada 2022, dan pada 2021 menciut jadi Rp82,05 miliar. (*)