EmitenNews.com - Jumlah ATM terus menurun. Angkanya tersisa 89.774 per kuartal III-2025 atau turun 1.399 unit dari 91.173 pada periode sama tahun sebelumnya.
Kondisi itu sudah mendapat perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, jumlah ATM yang menurun pada dasarnya merupakan langkah yang dilakukan berdasarkan keputusan bisnis masing-masing bank.
"Tidak tertutup kemungkinan bahwa tren penurunan jumlah ATM akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi informasi di bidang keuangan yang semakin masif, yang mana berdampak pada perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dari bank," kata Dian melalui keterangan tertulis, Kamis (22/1).
Dian menjelaskan, adopsi teknologi digital dalam layanan perbankan memungkinkan nasabah mengakses layanan kapan saja dan di mana saja. Selain itu, semakin mudahnya akses layanan melalui aplikasi dan platform daring, serta meningkatnya penggunaan pembayaran non tunai, maka kebutuhan penggunaan ATM menjadi semakin terminimalisir.
Meski begitu, Dian menilai perbankan tetap memandang efisiensi operasional sebagai salah satu fokus, sehingga peningkatan akses layanan digital akan mendukung peningkatan efisiensi operasional perbankan melalui pengurangan biaya infrastruktur fisik dan optimalisasi proses layanan.
"Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat kinerja keuangan dan mendukung profitabilitas perbankan," ujarnya.
Selain itu, Dian menambahkan, pemanfaatan teknologi mendorong transaksi keuangan non-tunai atau cashless yang semakin melauas di masyarakat.
Sistem cashless ini dapat mendukung transaksi ekonomi yang berjalan menjadi lebih efisien, sehingga diharapkan akan lebih mendorong peningkatan aktivitas perekonomian lebih lanjut. (*)
Related News
Sudah FGD dengan OJK, Bank KBMI 1 Diminta Susun Roadmap Konsolidasi
LPS Targetkan Implementasikan Penjaminan Polis Pada 2027
Tiga dari Empat Saham Naik Kencang Kini Ambles Bersamaan Usai UMA
Enam Saham Lepas Suspensi, Tiga Saham Ngacir ARA Sisanya ARB
BEI Kekang Lagi 5 Saham Usai ARA Serempak
Digitalisasi Pesat, BI Reformasi Aturan Industri Sistem Pembayaran





