EmitenNews.com — PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mengklaim telah menorehkan kinerja positif di sepanjang kuartal I-2022, hal ini berhasil melampaui kinerja di periode yang sama di tahun lalu. 

 

Perseroan mengklaim kinerja kuartal I-2022 ini ditopang oleh adanya upaya efisiensi yang dilakukan oleh IPCC. Meski melakukan upaya efisiensi namun, tidak mengganggu jalannya operasional perusahaan. Tercatat, penanganan bongkar muat kendaraan untuk segmen CBU secara total baik di Terminal Internasional maupun Terminal Domestik mengalami kenaikan 5,34% dari 133.213 unit di periode triwulan pertama 2021 menjadi 140.321 unit di triwulan pertama 2022. 

 

Untuk segmen Kendaraan Berat (gabungan antara Alat Berat, Truck/Bus) meningkat 217,47% menjadi 25.147 unit di triwulan pertama 2022 dari 7.921 unit di triwulan pertama 2021. Pada segmen General Cargo naik 7,77% dari 23.254 M3 di triwulan pertama 2021 menjadi 25.060 M3 di triwulan pertama 2022 dan segmen Motor naik 549,80% menjadi 55.525 unit di sepanjang triwulan pertama 2022. 

 

Dari sisi beban biaya di sepanjang triwulan pertama 2021 mengalami penurunan. Pada Beban Pokok Pendapatan mengalami penurunan 6,81% menjadi Rp71,78 miliar dari periode sebelumnya Rp77,03 miliar dan Beban Umum dan Administrasi mengalami penurunan 7,31% dari Rp26,19 miliar menjadi Rp24,28 miliar di triwulan pertama 2022. 

 

Sejumlah beban biaya yang mengalami penurunan diantaranya, Beban Kerjasama Mitra Usaha yang turun 0,01% menjadi Rp35,30 miliar sepanjang triwulan pertama 2022 dari periode sebelumnya Rp39,86 miliar; Beban Penyusutan turun 6,87% dari Rp25,51 miliar di triwulan pertama 2021 menjadi Rp23,76 miliar; dan sejumlah beban lainnya. 

 

Di sisi lain, meski IPCC masih terimbas adanya penerapan pencatatan Beban Sewa berdasarkan ketentuan PSAK 73 namun, dengan meningkatnya pendapatan perseroan mampu meng-cover timbulnya beban tersebut. Upaya Perseroan dalam mengefisiensikan beban biaya dimana seluruh kegiatan operasional dilakukan secara tepat guna dengan melakukan pengaturan shift kegiatan operasional maupun kegiatan Perseroan lainnya, pengaturan biaya dengan memilah must have-cost dan nice to have cost hingga pengawasan terhadap control cost-budget Perseroan mampu menurunkan Beban Biaya. 

 

Meski penurunan tersebut belum terlalu signifikan namun, upaya ini terus dijalankan oleh Perseroan untuk menjaga posisi beban Perseroan sehingga tidak terjadi peningkatan secara signifikan yang pada akhirnya dapat menggerus pendapatan Perseroan. 

 

Di sisi lain, upaya penerapan digitalisasi dalam setiap kegiatan bisnis Perseroan membuat flow of cargo, flow of document, hingga flow of money berjalan lebih efisien. Adanya pencapaian ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah tidak hanya bagi IPCC namun, juga bagi para pemegang sahamnya. Selain itu, juga menjadi penyemangat bagi IPCC untuk tetap dapat mempertahankan pencapaian kinerja yang ada serta berupaya untuk lebih meningkatkan lagi kinerja terbaiknya.