Jurus Pertahankan Karyawan Elit Emiten Properti Genggaman Prajogo
:
0
Kawasan industri Suryacipta PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)
EmitenNews.com - PT Surya Semesta Internusa (SSIA) menyiapkan strategi khusus untuk mempertahankan karyawan dan manajemen berkinerja tinggi melalui program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP).
Dalam keterbukaan informasi, emiten pengembang kawasan industri tersebut berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan saham baru maksimal 235,26 juta saham atau setara 5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
Program MESOP ini ditujukan bagi manajemen dan karyawan kunci di lingkungan Perseroan maupun grup usaha SSIA yang dinilai memenuhi kriteria tertentu.
Manajemen SSIA menyebut program tersebut menjadi bagian dari strategi retensi guna menjaga loyalitas serta meningkatkan motivasi sumber daya manusia yang dinilai berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis Perseroan.
“Perseroan memandang perlu memiliki program pemberian insentif sebagai bagian dari implementasi program retensi untuk mempertahankan manajemen dan karyawan yang berkinerja tinggi,” tulis manajemen SSIA, dikutip Kamis, (14/5/2026).
Dalam skema tersebut, peserta MESOP nantinya berkesempatan memiliki saham Perseroan melalui penerbitan saham baru dengan harga pelaksanaan yang akan ditetapkan Direksi setelah mendapat persetujuan Komite Program MESOP.
Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi SSIA untuk menyelaraskan kepentingan manajemen dan karyawan dengan pemegang saham, sekaligus menjaga kesinambungan kinerja jangka panjang Perseroan.
Sebagai informasi, struktur pemegang saham SSIA masih didominasi sejumlah investor institusi dan strategis, termasuk Grup Chandra Asri dan Grup Djarum.
Prajogo Pangestu melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menggenggam kepemilikan langsung sebesar 4,88%. PT Henan Putihrai yang dikenal dekat dengan Prajogo tercatat menggenggam 11,4% saham.
Sementara, PT Dwimuria Investama Andalan yang terafiliasi Grup Djarum menguasai 10,24%. Selanjutnya, PT Arman Investment 8,52%, GSI S/A Intrepid Investments Limited 8,2%, serta DBS Bank Ltd SG S/A PT Persada Capital Investama sebesar 7,85%.
Related News
Harita Nickel Tebar Dividen Rp2,7 Triliun, Setara 30 Persen Laba 2025
Usai RUPS, Dua Emiten Ini Bakal Bagi Dividen
BNII Jadi Holding, Integrasikan Bank, Sekuritas hingga Multifinance
Hashim Komut dan Fadel Komisaris, WIFI Konsisten Bagi Dividen
ITSEC Asia (CYBR) Ekspansi Usaha Pengembangan AI dan Perangkat Lunak
ARII Siapkan Investasi Jumbo Rp1 Triliun di Sumsel, Ini Sasarannya





