EmitenNews.com - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) memperoleh kontrak senilai Rp75,9 miliar untuk mendukung pembangunan Proyek Sekolah Rakyat Tahap II yang digagas pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Corporate Secretary WTON, Ignatius Harry S mengungkapkan, proyek tersebut menjadi bagian dari kontribusi perseroan dalam mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan nasional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

"Cakupannya banyak sih, ya, ada hampir 100 titik di area operasi kami. Distribusinya merata mulai dari Sumatera, Jawa hingga Sulawesi," ujarnya kepada wartawan di gedung BEI, Rabu (10/6/2026).

Meski dikenal sebagai produsen beton pracetak (precast), WIKA Beton menyebut pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II mayoritas akan menggunakan metode konstruksi konvensional atau cor di tempat (cast in situ).

Menurut Ignatius, metode tersebut dipilih karena telah sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) yang ditetapkan sejak proses perencanaan dan tender proyek. Selain itu, penggunaan metode konvensional juga mempertimbangkan faktor aksesibilitas lokasi serta efisiensi biaya pengiriman peralatan ke berbagai titik proyek.

"Memang dari perencanaan awalnya di DED yang ditetapkan itu bukan precast, mudah-mudahan semuanya on-time,” tuturnya.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, menerangkan bahwa WIKA Beton menyuplai berbagai produk pracetak seperti tiang pancang kotak yang berfungsi sebagai fondasi bangunan sekolah, u-ditch untuk sistem drainase yang praktis, dan hollow core slab untuk pelat lantai bangunan sekolah bertingkat.

Menurutnya, kombinasi ketiga produk unggulan ini menjadi solusi kunci dalam memangkas durasi konstruksi secara signifikan, sehingga mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat.

“Kecepatan dan efisiensi pembangunan ini menjadi bagian integral dalam menyukseskan visi pemerintah untuk menghadirkan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029. Inisiatif yang diproyeksikan mampu menjangkau 500 ribu peserta didik ini mengemban misi mulia untuk memperluas akses pendidikan berkualitas, sekaligus menjadi tumpuan strategis dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia,” ungkapnya.