Kantongi Restu, BABY Kebut Right Issue Rp140,77 Miliar
Salah satu gerai mothercare milik emiten Multitrend Indo. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Multitrend (BABY) bersiap mengeksekusi transaksi Rp269,98 miliar. Itu terdiri dari akuisisi 274,69 juta saham Emway Globalindo (EGI) Rp139,98 miliar. Dan, inbreng dari Blooming Years Pte Ltd, sebesar Rp120 miliar.
Nah, untuk memuluskan akuisisi EGI itu, perseroan bakal menggeber right issue Rp140,77 miliar. Caranya, perseroan menerbitkan 238.599.876 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp590. Penerbitan saham baru setara 8,36 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh perseroan itu, dibalut dengan nilai nominal Rp25.
Setiap pemegang 625 saham lama dengan nama tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 7 April 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 57 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Di mana, 1 HMETD berhak membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp590.
Blooming Years Pte, Ltd., sebagai pemegang saham utama, dan pengendali yang secara langsung memiliki 2.416.077.906 lembar atau setara 92,35 persen dari jumlah modal ditempatkan, dan disetor perseroan sebelum right issue, akan mendapat 220.346.305 HMETD.
Berdasar surat pernyataan kesanggupan pada 15 Januari 2026, Blooming Years akan melaksanakan seluruh HMETD. Itu dilakukan melalui pelaksanaan rencana inbreng sebagai bentuk penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang.
Perkiraan secara garis besar rencana penggunaan dana hasil right issue setelah dikurangi biaya-biaya emisi adalah sebagai berikut: penyertaan saham dalam EGI 255.107.181 lembar atau mewakili 48,151 persen dari modal ditempatkan dan disetor EGI senilai Rp130 miliar melalui inbreng. Lalu, sisanya sebagai modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha perseroan.
Selain dampak finansial itu, tindakan korporasi tersebut juga akan memperkuat posisi strategis perseroan melalui perluasan jaringan distribusi, peningkatan kapabilitas merchandising, sourcing, penciptaan sinergi operasional, dan komersial seluruh entitas dalam kelompok usaha perseroan.
Perseroan telah mempertimbangkan alternatif pelaksanaan transaksi serupa dengan pihak nonafiliasi. Berdasar evaluasi, transaksi dengan afiliasi dipandang lebih menarik karena memberi pemahaman lebih baik terhadap bisnis, dan profil risiko, memberi efisiensi waktu, biaya, memungkinkan integrasi operasional, dan realisasi sinergi lebih optimal dibanding transaksi dengan pihak ketiga.
Dengan mempertimbangkan dampak finansial, strategis, dan keselarasan kepentingan dalam mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang, dan kelompok usaha, perseroan berpendapat bahwa akuisisi EGI telah dilakukan secara wajar, dan memberi manfaat lebih optimal bagi dibanding alternatif transaksi serupa dengan nonafiliasi.
Setelah transaksi tuntas, perseroan menjelma sebagai pengendali EGI. Dan, seluruh rencana rangkaian transaksi itu sudah mengantongi izin pemodal. Restu tersebut, didapat dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 12 Februari 2026 dengan tingkat kehadiran 96,182 persen. (*)
Related News
ASSA Injeksi Anak Usaha Rp54 Miliar, Intip Tujuannya
Kas Jumbo, Grup Sinarmas (INKP) Lunasi Surat Utang Rp1,38 Triliun
Izin Investor, ATIC Godok Right Issue 600 Juta Lembar
Ekspansif! FOLK Caplok 99,96 Persen Saham Traya Investama
Kurangi Porsi, Phillip Securities Lepas Jutaan Saham STRK
Tumbuh Minimalis, Laba PJAA 2025 Sentuh Rp180,19 Miliar





