EmitenNews.com - Saat Presiden Prabowo Subianto sedang berkunjung ke Amerika Serikat di tengah kontroversi keterlibatan Indonesia dan Israel di Board of Peace (BOP), publik dihebohkan terungkapnya isu kontroversial lainnya. Pemerintah Indonesia disebut diam-diam memberikan konsensi panas bumi di Halmahera kepada Ormat Geothermal Indonesia, perusahaan yang disinyalir terafiliasi dengan Israel.

Informasi itu pertama diungkap akun Quds News Network dalam postingannya yang kemudian menjadi viral di X dan diteruskan ribuan kali oleh warganet. Quds mengangkat artikel yang ditulis Dr. Muhammad Zulfikar Rakhmat dan Wishnu Try Utomo di Middle East Monitor berjudul "Saving Halmahera Island in Indonesia From Israeli Investment".

"Meskipun membangun reputasi global sebagai pembela hak-hak Palestina, Indonesia telah menyetujui konsesi panas bumi di Halmahera, sebuah pulau berhutan di Indonesia bagian timur, yang melibatkan perusahaan yang terintegrasi dalam sistem ekonomi Israel," demikian lead dari pemberitaan yang rame beredar.

"Keputusan ini membawa dua risiko yang jelas. Pertama, melemahkan posisi politik Indonesia terhadap Palestina, dan kedua, mengekspos lingkungan yang rapuh terhadap tekanan industri yang lebih dalam. Ini bukan hanya kontradiksi kebijakan luar negeri, tetapi juga pilihan pembangunan dengan konsekuensi ekologis jangka panjang," Lanjut Zulfikar.

Disebutkan bahwa pada tanggal 8 Januari 2026, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan hak pengelolaan kawasan panas bumi Telaga Ranu kepada PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai bagian dari dorongan nasional menuju target Emisi Nol Bersih 2060. Perluasan energi terbarukan sangat diperlukan di negara yang masih bergantung pada batu bara. Namun, urgensi tidak membenarkan pengabaian keselarasan politik atau perlindungan lingkungan.

Kompleks nikel besar yang didukung terutama oleh China telah mengubah sebagian pulau tersebut menjadi pusat pengolahan yang terkait dengan rantai pasokan baterai kendaraan listrik.

Halmahera sudah berada di bawah tekanan permintaan global yang meningkat . Kompleks nikel besar yang didukung terutama oleh China telah mengubah sebagian pulau menjadi pusat pengolahan yang terkait dengan rantai pasokan baterai kendaraan listrik.

Investor yang terhubung dengan Jepang dan Korea Selatan telah membiayai pabrik peleburan, pembangkit listrik mandiri, dan jaringan logistik untuk mengamankan akses mineral. Hilangnya hutan telah meningkat di zona industri. Perairan pesisir menghadapi tekanan yang meningkat. Masyarakat sedang menyesuaikan diri dengan perubahan ekonomi yang tiba-tiba.

Konsesi panas bumi menambah jejak industri jangka panjang lainnya pada ekosistem yang sudah menyerap dampak kumulatif.

PT Ormat Geothermal Indonesia dikendalikan oleh Ormat Technologies, sebuah perusahaan yang dibangun di atas jaringan teknik, manufaktur, dan modal Israel. Pendapatan dan teknologi yang terkait dengan proyek ini akan beredar melalui sistem tersebut. Keterlibatan ekonomi dalam skala sebesar ini memiliki makna politik.