Kargo IPCC Ramai, Tumbuh 7,35 Persen di Tengah Gejolak Global Q1-2026
:
0
Aktivitas kargo bongkar dan muat barang di Terminal Kendaraan milik emiten IPCC. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) emiten subholding Pelindo Multi Terminal dalam Pelindo Group itu mencatat pertumbuhan kinerja operasional konsolidasi sebesar 7,35 persen pada triwulan I 2026.
Sekretaris Perusahaan IPCC, Endah Dwi Liesly dalam pernyataannya Kamis (23/4/2026) menambahkan, “Peningkatan kinerja operasional pada triwulan 1(satu) tahun 2026 untuk berbagai jenis kargo yang dilayanani menunjukkan bahwa inisiatif strategis inovasi bisnis yang dijalankan IPCC mampu merespons dinamika kebutuhan industri secara adaptif serta menjawab tantangan geopolitik global.”
Meski dihadapkan pada tekanan geopolitik global yang memengaruhi permintaan dan distribusi logistik internasional. Selama triwulan terakhir total volume kendaraan yang ditangani mencapai 297.972 unit, terangkat naik 20.409 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 277.862 unit.
IPCC sendiri yang berbisnis sebagai operator terminal kendaraan terintegrasi mengelola layanan bongkar muat, penyimpanan hingga distribusi kendaraan untuk pasar domestik dan ekspor.
Aktivitas dari jumlah kunjungan kapal tercatat tumbuh 12,91 persen secara tahunan sebanyak 901 call. Sementara terminal satelit mencatat 682 call, naik 24 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kinerja paling mencolok datang dari segmen truk dan bus yang melonjak 45,14 persen menjadi 73.723 unit. Aktivitas ekspor kendaraan juga meningkat 13 persen menjadi 91.768 unit.
Direktur Operasi dan Teknik IPCC, Bagus Dwipoyono, turut mengatakan, “Pertumbuhan pada segmen truck, bus dan alat berat secara konsolidasi menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan menandakan bahwa aktivitas logistik otomotif tetap bergerak positif, sekaligus memperkuat peran IPCC dalam mendukung kelancaran distribusi kendaraan baik untuk pasar domestik maupun ekspor.”
Sebaliknya, penanganan kendaraan CBU secara konsolidasi tercatat 216.238 unit atau turun tipis 1,2 persen secara tahunan, seiring perlambatan permintaan global.
Pada segmen alat berat, perseroan mencatat volume 8.011 unit atau tumbuh 1,32 persen secara tahunan, didorong oleh peningkatan aktivitas sektor pertambangan dan kebutuhan mobilisasi alat berat.
“Melalui penguatan jaringan terminal, optimalisasi sistem operasional terintegrasi, serta penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, kami optimis IPCC dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan,” lanjut petinggi IPCC itu.
Related News
Pertamina Geothermal (PGEO) Pastikan Bagi Dividen, Catat Waktunya!
PTPP On Fire, Pembangunan Sekolah Rakyat Bengkulu Lampaui Target
BTPN Tebar Dividen Rp101,11 Miliar, Ini Jadwalnya!
MINE Siap Tebar Dividen, Kapan Jadwalnya?
Emiten Grup Bakrie (VKTR) Rencanakan Rights Issue, Kapan?
PGAS Catat Laba USD90,45 Juta, Melejit 45,84 Persen Kuartal I 2026





