Kasus Korupsi Investasi Bodong PT Taspen, KPK Sita Rp2,4 Miliar
:
0
Ilustrasi pelayanan PT Taspen. Dok. PT Taspen.
EmitenNews.com - KPK melakukan penggeledahan terkait kasus korupsi investasi fiktif alias bodong di PT Taspen. Dari penggeledahan pada 30-31 Oktober, di sebuah rumah di Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan serta kantor di kawasan Jakarta Selatan itu, komisi antirasuah menyita uang tunai Rp2,4 miliar.
"Penggeledahan pada dua rumah salah satu Direksi PT IIM yang berlokasi di Koja Jakarta Utara dan juga rumah salah satu Mantan Direktur PT Taspen yang beralamat di Jakarta Selatan serta pada satu perusahaan terafiliasi dengan PT IIM yang berlokasi di wilayah SCBD Jakarta," kata anggota Tim Jubir KPK Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Senin (4/11/2024).
KPK juga menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik. Selain itu, KPK menyita Rp2,4 miliar yang diduga merupakan fee broker pada kasus tersebut.
"Selain itu di tanggal 31 Oktober 2024, KPK telah melakukan penyitaan uang tunai sebesar Rp2,4 miliar. Uang tersebut merupakan fee broker atas kegiatan investasi PT Taspen dengan Manager Investasi yang tidak sesuai dengan ketentuan," kata dia.
KPK mengapresiasi pihak yang mau bekerja sama dalam mengungkap kasus ini. Dia juga mengingatkan seluruh pihak bersikap kooperatif dalam pengusutan perkara ini.
"Sebaliknya pun bagi pihak-pihak yang tidak bersikap kooperatif tentu KPK akan mengambil segala tindakan yang patut dan terukur sesuai dengan undang-undang agar pemulihan kerugian negara dapat maksimal," ujarnya.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan Direktur Utama PT Taspen (Persero) Antonius NS Kosasih sebagai tersangka kasus korupsi investasi fiktif alias bodong di PT Taspen. Perkara ini yaitu dugaan korupsi dalam kegiatan investasi fiktif yang ada di PT Taspen (Persero) TA 2019. ***
Related News
Curhat Deyang Sebelum Mundur dari Kepala BGN
Danai LRT Hingga RSUD, Pemprov DKI Siapkan Obligasi Rp3,5T pada 2027
Motor Listrik Nasional Momentum Reindustrialisasi Ekonomi Dalam Negeri
Target Swasembada 2027, DPR Minta Pemerintah Batasi Impor Garam
KPK Tetapkan Bupati LAZ Tersangka Korupsi, Terkait Pengadaan dan Jasa
Bangun Ekosistem Hidrogen, ESDM Ungkap Potensi Investasi Rp32 Triliun





