Kemajuan di Selat Hormuz Redam Kenaikan Harga Emas Dunia
:
0
Harga emas dunia bergerak stabil di kisaran USD4.100 per ons pada hari Rabu.(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga emas dunia bergerak stabil di kisaran USD4.100 per ons pada hari Rabu. Pergerakan ini terjadi saat para investor bersikap hati-hati sambil memantau perkembangan laporan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz yang dinilai dapat meredakan kekhawatiran inflasi global.
Kepastian terbukanya kembali jalur pelayaran vital tersebut berpotensi menekan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat. Pada hari Selasa, pihak Qatar menyatakan bahwa proposal sementara telah disiapkan untuk memulihkan akses jalur air strategis tersebut.
Trading Economics menggarisbawahi Washington dan Teheran yang sama-sama mengisyaratkan kemajuan negosiasi. "Pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada bulan September menjadi sekitar 57%, turun dari 67% sehari sebelumnya," tulis laporan tersebut.
Kondisi geopolitik ini secara langsung memicu penurunan tajam pada harga minyak mentah. Saat ini, para pelaku pasar sedang menunggu rilis data penggajian swasta ADP bulan Juli dari pasar tenaga kerja Amerika Serikat guna mendapatkan petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Di sisi lain, minat terhadap aset aman tetap terjaga. Produk dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) beragun emas di Tiongkok terus mencatatkan arus masuk modal. Dukungan dari investor institusional ini berhasil menjaga harga emas batangan tetap bertahan di atas level psikologis USD4.000 per ons.
Stabilnya harga emas di tingkat global turut memengaruhi dinamika pasar komoditas dan investasi di dalam negeri. Pergerakan harga emas dunia ini menjadi patokan utama bagi acuan harga emas Antam serta transaksi investasi emas masyarakat Indonesia yang kerap dimanfaatkan sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi.(*)
Related News
Jualan EV Turun, Laba Toyota Tetap Naik Efek Depresiasi Yen
Optimis Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Turun Dekati USD75
Bayar Bunga Obligasi dan Sukuk, KAI Alokasikan Rp38,3 Miliar
Perluas Pembiayaan Hingga Wilayah 3T, PNM Perkuat Fondasi Ekonomi
Asuransi Jasindo Serahkan Klaim Rp17,6 Miliar kepada Kemenag
Sinyal Suku Bunga Fed Tahan Indeks Dolar AS di Level 100





