IDXINDUST

 -0.80%

IDXINFRA

 -0.18%

IDXCYCLIC

 -1.21%

MNC36

 -0.18%

IDXSMC-LIQ

 -0.83%

IDXHEALTH

 -0.77%

IDXTRANS

 -0.50%

IDXENERGY

 2.41%

IDXMESBUMN

 -0.50%

IDXQ30

 -0.41%

IDXFINANCE

 -0.69%

I-GRADE

 -0.10%

INFOBANK15

 0.26%

COMPOSITE

 -0.11%

IDXTECHNO

 -4.16%

IDXV30

 -0.09%

ESGQKEHATI

 -0.19%

IDXNONCYC

 -0.27%

Investor33

 -0.12%

IDXSMC-COM

 -0.76%

IDXBASIC

 -0.34%

IDXESGL

 -0.73%

DBX

 -0.85%

IDX30

 -0.66%

IDXG30

 -0.70%

ESGSKEHATI

 -0.30%

IDXSHAGROW

 -0.68%

KOMPAS100

 -0.74%

PEFINDO25

 -1.41%

BISNIS-27

 -0.11%

ISSI

 0.75%

MBX

 -0.03%

IDXPROPERT

 -0.79%

LQ45

 -0.62%

IDXBUMN20

 0.19%

IDXHIDIV20

 -0.15%

JII

 -0.75%

IDX80

 -0.73%

JII70

 -0.74%

SRI-KEHATI

 -0.17%

IDXLQ45LCL

 -0.73%

SMinfra18

 -0.28%

KB Bukopin
Sinerco

Kembangkan Motor Listrik, Alpha Suntik Modal Entitas Usaha Indika (INDY) USD7,5 Juta

22/05/2022, 11:00 WIB

Kembangkan Motor Listrik, Alpha Suntik Modal Entitas Usaha Indika (INDY) USD7,5 Juta

EmitenNews.com - Alpha JWC II, LP mengucuri pinjaman entitas Indika Energy (INDY) yaitu Ilectra Motor Group (IMG) senilai USD7,5 juta. Kecepatan dengan Alpha itu, diteken perseroan melalui anak usaha Solusi Mobilitas Indonesia (SMI), dan Indika Energy Infrastructure (IEI).


Perjanjian investasi dengan Alpha untuk sektor kendaraan listrik roda dua melalui investasi pada IMG. Transaksi itu, dilakukan melalui mekanisme pinjaman dapat dikonversi USD7,5 juta pada tanggal penarikan pinjaman. Tanggal jatuh tempo pinjaman itu, enam tahun sejak tanggal perjanjian pinjaman, dan dapat diperpanjang sampai 10 tahun.


Transaksi itu, selaras dengan strategi diversifikasi perseroan terutama dalam ekspansi sektor usaha kendaraan listrik Indonesia. Indika Energy pada kuartal I-2022 mencatat pendapatan USD830,8 juta. Menanjak 58,2 persen dibanding periode sama 2021 sebesar USD525,2 juta. 


Pendapatan dari kontrak dan jasa USD86,6 juta. Dengan rincian, BP Berau Ltd USD63 juta, Exxonmobil Indonesia USD6,6 juta, CSTS Joint Operation USD12,3 juta. Pendapatan dari penjualan batu bara USD737,4 juta. Pelanggan luar negeri USD590,5 juta, dan pelanggan domestik USD146,9 juta. Perdagangan lain dari pelanggan dalam negeri USD6,8 juta.


Beban pokok penjualan dan pendapatan tercatat USD570 juta, naik dibanding periode sama tahun lalu USD106,4 juta. Laba kotor USD260,8 juta, naik 145,3 persen dibanding periode sama tahun lalu USD106,4 juta. Laba bersih entitas asosiasi tercatat USD5,9 juta, dan pendapatan investasi USD1,2 juta. Beban penjualan umum dan administrasi USD40,1 juta, beban keuangan USD26,6 juta, amortisasi aset tidak berwujud USD34 juta, dan lain-lain USD9,4 juta. (*)



Author: J S