EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar AS kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (7/4/2026), setelah sebelumnya turun 55 poin ke level Rp 17.035 per dolar AS pada perdagangan kemarin.

Mengacu data Bloomberg hingga pukul 09.19 WIB, rupiah melemah 44 poin atau 0,26% ke level Rp 17.079 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau menguat 0,14% ke posisi 100,12.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menerangkan pelemahan ini terjadi seiring tenggat waktu ancaman Presiden Trump kepada Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz.

“Pelemahan ini seiring fokus investor pada tenggat waktu ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz,” ujar Ibrahim.

Ibrahim menambahkan Presiden Trump pada Minggu (5/4) telah memperingatkan Iran harus membuka kembali Selat Hormuz paling lambat hari Selasa (7/4).

Di sisi lain kenaikan harga minyak mentah global turut mendorong pelemahan nilai tukar rupiah tersebut.

“Meningkatnya kembali harga minyak mentah juga memperkuat kekhawatiran inflasi bagi pasar keuangan, dengan biaya energi yang lebih tinggi diperkirakan akan menekan sektor transportasi, manufaktur, dan konsumen secara global jika Selat tetap diblokir,” ujar Ibrahim.(*)