EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Itu seiring dengan kekhawatiran para investor Amerika Serikat (AS) mengenai resesi ekonomi.
”IHSG akan bergerak pada rentang support 6.930, dan resisten 7.000,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Senin (20/6).
Secara teknikal, telah terjadi breakout pada IHSG dari level support terbentuk dari Fibonacci di level 6.987. Itu mengindikasikan IHSG akan melanjutkan koreksi. Penurunan dapat bergerak lebih dalam apabila support tebus ke bawah level 6.925. Beberapa saham berpotensi naik antara lain ASII, TLKM, FILM, MNCN, STAA, BIPI, dan KKGI.
Akhir pekan lalu, IHSG drop 1,61 persen menjadi 6.936,96. Sektor penyebab pelemahan yaitu sektor industri dasar minus 2,49 persen, industrial tekor 1,77 persen, dan konsumen primer menukik 1,53 persen. Investor asing membukukan net sell Rp1,29 triliun dengan saham paling banyak dilego yaitu MDKA, BBCA, dan BBRI.
Kemudian bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street berakhir mixed cenderung menguat. Namun, sepekan lalu indeks-indeks AS mengalami koreksi terbesar 2 tahun terakhir. Para investor khawatir terhadap ancaman resesi, dan tingkat inflasi belum mencapai klimaks.
Bursa Asia pagi ini sudah mengorbit zona merah. Itu ditunjukkan dengan indeks Nikkei melemah 0,4 persen, dan indeks Kospi terpangkas 1,9 persen. (*)
Related News
Tokenisasi Aset Global Meledak, PINTU Perkuat Ekosistem 48 Opsi Aset
5 Saham Paling Boncos dan Tahan Gempuran di Sesi I IHSG (18/5)
KISI Terus Dorong Literasi dan Akses Investasi bagi Generasi Muda
Luluh-Lantak Nyaris 5 Persen! IHSG Dibombardir Sentimen Buruk Beruntun
Breaking: IHSG Awal Pekan Dibuka Jeblok 2 Persen Lebih ke Level 6.500
Wall Street Terjungkal, IHSG Ikut Tertekan





