EmitenNews.com - PT Kimia Farma Tbk (“KAEF”) terus menggencarkan transformasi bisnis dan fokus efisiensi untuk mendorong peningkatan kinerja keuangan. Langkah efisiensi yang dilakukan perseroan telah memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan beban pokok penjualan (COGS) dan beban usaha pada tahun 2024 dan kuartal I/2025. 

Pada tahun 2024, emiten berkode saham KAEF ini berhasil menurunkan persentase COGS sebesar 1% secara tahunan (year-on-year/YoY) dan beban usaha sebesar 15,68% YoY. Pencapaian positif ini dilanjutkan oleh perseroan pada Januari–Maret 2025. 

Kimia Farma mampu menurunkan persentase COGS sebesar 2% pada kuartal I/2025 menjadi Rp1,43 triliun dibandingkan dengan kuartal I/2024 sebesar Rp1,71 triliun. 

Beban usaha pada kuartal I/2025 juga turun sebesar 11% menjadi Rp763,26 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp855,40 miliar. 

Alhasil, kerugian Kimia Farma selama 3 bulan pertama tahun 2025 berhasil terpangkas sebesar 11% menjadi Rp126,44 miliar dibandingkan dengan kuartal I/2024 sebesar Rp141,84 miliar. Selain melakukan efisiensi, Kimia Farma menggencarkan inovasi untuk mendorong pertumbuhan kinerja. 

Di antaranya Kimia Farma berkolaborasi dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam mengembangkan sel punca (stem cell) untuk pengobatan masa depan. Stem cell ini digunakan dalam berbagai pengobatan seperti ortopedi, saraf kejepit, dan urologi. Sejak tahun 2024 fasilitas produksi stem cell telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. 

Kimia Farma juga melakukan inovasi obat pereda nyeri berupa injeksi Fentakaf. Inovasi ini merupakan langkah nyata Kimia Farma, sebagai bagian dari Holding BUMN Farmasi, dalam memperkuat kemandirian kesehatan nasional. 

Fentakaf dapat mengurangi ketergantungan terhadap obat anestesi impor. Djagad Prakasa Dwialam, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk, mengatakan bahwa langkah efisiensi dan inovasi yang terus dilakukan perusahaan merupakan antisipasi terhadap berbagai tantangan eksternal dan internal yang dihadapi oleh industri farmasi. 

“Kimia Farma berkomitmen untuk terus berinovasi memberikan produk dan layanan kesehatan yang terbaik dalam rangka mendukung kesehatan masyarakat. Kimia Farma juga berperan aktif dalam membantu kemandirian kesehatan nasional,“ ujar Djagad usai 

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Public Expose, Rabu (30/7/2025). Optimis Tumbuh Positif Selain gencar melakukan inovasi dan efisiensi, Kimia Farma juga berfokus pada strategi penguatan fundamental bisnis. Perseroan terus memperkuat segmen manufaktur, segmen distribusi, segmen ritel farmasi serta layanan kesehatan.