EmitenNews.com - Adaro Minerals Indonesia (ADMR) optimistis sepanjang tahun ini mencatat volume penjualan batu bara 3,8-4,3 juta ton. Melesat 34 persen dari periode sama tahun lalu sebanyak 3,20 juta ton. 


Peningkatan volume penjualan tersebut didukung permintaan pelanggan kuat, dan sesuai target jangka menengah sebesar 6 juta ton per tahun. Selain itu, nisbah kupas diproyeksi 3,8 kali. Itu menyusul penambangan di PT Lahai Coal akan dimulai kembali dengan tingkat nisbah tinggi. 


Nah, untuk kepentingan tersebut, sepanjang tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal USD70-90 juta. Belanja modal tersebut untuk batu bara metalurgi. Anggaran belanja modal tersebut belum termasuk belanja modal untuk smelter aluminium. 


Perusahaan memperkirakan pencapaian financial close proyek ini pada semester pertama 2023, dan akan membuat pengumuman lebih lanjut mengenai porsi ekuitas dikemudian hari. 


Sekadar informasi, sepanjang 2022, Adaro Minerals memproduksi batu bara 3,37 juta ton, menanjak 47 persen dibanding periode sama 2021 sebesar 2,30 juta ton. Sejak mulai operasi konsesi Maruwai Coal pada 2019, Adaro Minerals dapat meningkatkan produksi, dan penjualan secara konsisten.


Volume penjualan batu bara mencapai 3,20 juta ton, naik 39 persen dari periode sama 2021 sebesar 2,30 juta ton. Volume pengupasan lapisan penutup 8,32 Mbcm, naik 62 persen dari edisi sama 2021 sebesar 5,15 Mbcm. Itu mendorong peningkatan nisbah kupas menjadi 2,47 kali, atau naik 10 persen dari periode sama 2021 sebanyak 2,24 kali. 


Tahun lalu, Adaro Minerals menjual 85 persen batu bara ke Jepang, China, dan India. Tahun ini, perusahaan berencana memasuki pasar-pasar baru, dan meningkatkan volume penjualan ke pasar domestik. Batu bara Lampunut dari konsesi Maruwai Coal, anak usaha perseroan dikenal dengan karakteristik batu bara kokas kuat, mendapat peringkat 9 untuk CSN (crucible swelling number) pada skala 1-9. 


Batu bara Lampunut juga memiliki kandungan abu sangat rendah, dan vitrinit tinggi, sehingga menjadi produk batu bara metalurgi unik yang cocok sebagai bahan pencampuran (blending). Dengan karakteristik itu, batu bara Lampunut memiliki keunggulan saing dibanding batu bara kokas dari negara lain. 


Produksi batu bara Adaro Minerals pada kuartal IV-2022 mencapai 0,81 juta ton, atau naik 41 persen dari periode sama 2021 sebanyak 0,57 juta ton. Lalu, penjualan batu bara mencapai 1,02 juta ton, atau naik 35 persen dari edisi sama 2021 sebesar 0,75 juta ton. Volume pengupasan lapisan penutup tercatat 2,26 Mbcm, atau naik 86 persen dari edisi sama 2021 sebesar 1,22 Mbcm. Selanjutnya, nisbah kupas tercatat 2,81 kali atau melampaui periode sama 2021 tercatat 2,14 kali. (*)